Breaking News:

Berita Semarang

Langgar Aturan PPKM Darurat, Resepsi Pernikahan di Kabupaten Semarang Dibubarkan Petugas

Petugas gabungan dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang membubarkan paksa acara resepsi pernikahan warga

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: galih permadi
IST/Dokumen Pribadi
Tim Gugus Tugas Covid-19 saat membubarkan acara resepsi pernikahan warga di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jumat (16/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Petugas gabungan dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang membubarkan paksa acara resepsi pernikahan warga, Jumat (16/7/2021). 

Acara resepsi pernikahan itu digelar di rumah warga atas nama Santoso (52) di Dusun Bantar RT 02/RW 01 Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. 

Kapolsek Bringin AKP Suyanto mengatakan sebelum dibubarkan paksa oleh petugas pihak keluarga jauh-jauh hari telah diberi peringatan dan edukasi tetapi tidak mengindahkan. 

"Sebulan sebelumnya Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas sudah melakukan pendekatan sebulan lalu.

Lalu, H-7 kami juga kumpulkan di kantor kelurahan bersama warga sekitar, tapi tetap dilaksanakan akhirnya kami bubarkan," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (16/7/2021) 

Menurut AKP Suyanto, kegiatan resepsi juga tidak mendapat izin dari pihak berwajib maupun kecamatan.

Terlebih, warga setempat juga khawatir karena pada wilayah itu pernah ada acara resepsi kemudian banyak warga positif Covid-19. 

Ia menambahkan, dasar pembubaran petugas mengacu penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan menindaklanjuti Instruksi Bupati Semarang No 17 dan 18 Tahun 2021 tentang pemberlakuan perpanjangan kegiatan masyarakat darurat Covid 19 di Kabupaten Semarang.

"Lalu, tamu dari mempelai pengantin laki-laki juga berasal dari luar daerah yakni Kabupaten Grobogan.

Apalagi jelas ini PPKM sangat tidak diijinkan, tuan rumah juga kami edukasi untuk pulang ke rumah masing-masing," katanya

Dia menyatakan, tujuan utama pembubaran karena kondisi sekarang keselamatan masyarakat ditengah situasi pandemi Covid-19 merupakan hukum tertinggi. Sehingga, acara yang menimbulkan kerumunan dilarang. 

AKP Suyanto mengungkapkan, saat petugas meminta tamu undangan untuk membubarkan diri tidak ada perlawanan.

Tindakan tegas itu terpaksa diambil karena kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang sangat mengancam keselamatan. 

"Dan ada aduan masyarakat, apalagi di wilayah Bringin ada puluhan warga isolasi mandiri dan terpusat. Jadi warga khawatir kasus lama banyak positif terulang kembali," ujarnya (ris) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved