Breaking News:

Berita Semarang

Netizen Protes Pemadaman PJU Takut Kriminalitas Naik, Hendi: Kalau Keberatan Saya Akan Evaluasi

Hendi, sapaan akrabnya, menjelaskan, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Semarang antara lain pemadaman PJU

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Budi Susanto
Jalan Letnan Jenderal S Parman nampak gelap gulita, saat pemadaman PJU dilakukan, Selasa (13/7/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akan mengevaluasi kebijakan pemadaman penerangan jalan umum (PJU) selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Hal itu menyusul cukup banyak warga yang keberatan atas kebijakan tersebut.

Hendi, sapaan akrabnya, menjelaskan, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Semarang antara lain pemadaman PJU.

Tujuannya, untuk mengurangi mobilitas masyarakat agar kasus Covid-19 bisa menurun.

"Pertama diskusinya kemarin adalah bagaimana masyarakat bisa mengurangi mobilitas. Dilakukan penyekatan, dilakukan pemadaman di jalur protokol.

Saya sudah tanyakan ke teman-tenan forkopimda. Ini kriminalitas gimana, Pak Wali tidak usah khawatir kriminalitas jadi tanggungjawab kepolisian. Waktu itu begitu rapatnya," jelas Hendi, Jumat (16/7/2021).

Dari rapat itu, pihaknya mengambil keputusan untuk dilakukan pemadaman PJU di sejumlah jalan protokol. Namun jika masyarakat merasa keberatan dengan kebijakan tersebut, dia akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.

"Satu dua hari ini saya akan evaluasi untuk dinyakakan lagi," ucapnya.

Sejak pemadaman PJU diberlakukan di sejumlah jalan protokol, media sosial instagram wali kota tersebut memang dibanjiri protes dari netizen.

Seorang netizen, @putra_gokilz99 mempertanyakan fungsi pemadaman PJU.

Menurutnya, pemadaman lampu justru menambah kriminalitas, diantaranya pembegalan. Dia pun meminta solusi atas kebijakan tersebut.

"Mau tanya pak, fungsi buat matiin lampu di jalan apa ya apakah efektif buat corona apakah corona kalau gelap ga bisa lihat apa gimana pak... Dengan adanya pemadaman lampu jalan malah banyak kriminalitas tindak pidana pembegalan yang tambah parah. Kasihannyang perempuan yang pulang kerja malam hari. Minta solusinya biar ga kena begal pak??," tulis @putra_gokilz99.

Netizen lain, @bahrulxikhsan juga curhat hal serupa. Menurutnya, pemadaman dan penutupan jalan justru membuat imun menjadi turun.

"Pak lampune mati, dalan ditutupi, malah menurunkan imun, mumet muter-muter," tulisnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved