Breaking News:

Berita Magelang

Penyembelihan Hewan Kurban di Magelang Diminta pada Hari Tasyrik, Selain Prokes, Ketahui Prosedurnya

Banyak warga masih bingung mengenai boleh atau tidaknya melakukan ibadah berjemaah maupun kegiatan penyembelihan hewan kurban beserta pembagiannya.

Penulis: - | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Ilustrasi hewan kurban 

TRIBUNJATENG.COM, KOTA MAGELANG - Pelakssanaan Hari Raya Iduladha tingal ebberapa hari lagi.

Namun banyak warga masih bingung mengenai boleh atau tidaknya melakukan ibadah berjemaah maupun kegiatan penyembelihan hewan kurban beserta pendistibusiannya, yang biasanya mengundang massa dalam jumlah besar.   

Terkait hal ini, Pemerintah Kota Magelang memastikan pemotongan hewan kurban di wilayahnya dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 dengan ketat.

Hal ini mengingat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca juga: Gerbang Tol Ruas Pejagan-Pemalang Tetap Beroperasi Normal selama PPKM Darurat, Cek Akses Keluarnya

Baca juga: Petugas Pos Penyekatan Exit Tol Kebakkramat Karanganyar Putar Bali Mobil yang Hendak ke Semarang

Baca juga: Gelapkan Uang Kantor Hingga Ratusan Juta, DSM Ditangkap Satreskrim Polresta Banyumas

Pelaksanaan salat Idul Adha maupun pemotongan hewan di tengah pandemi di Kota Magelang mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama, SE Wali Kota Magelang nomor 433.5/196/112 tentang PPKM Darurat dan SE Kepala Kementerian Agama Kota Magelang nomor 325/KK.11.30/1/HM.00/07/2021 tentang Ketentuan Penyembelihan Hewan Qurban Tahun 1442H/2021 di Wilayah Kota Magelang.

Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang Sofia Nur menyampaikan, mengacu regulasi tersebut, maka pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) atau di luar RPH dengan menerapkan prokes ekstra ketat.

Penyembelihan hewan kurban juga dapat dilaksanakan di 3 hari Tasyrik, yakni tanggal 11, atau 12, atau 13 Dzulhijah 1442H di wilayah Kecamatan Magelang Utara, Magelang Tengah dan Magelang Selatan. Adapun 3 hari Tasyrik tersebut jatuh pada 21, 22, dan 23 Juli 2021.

"Ketentuan ini telah disepakati dalam rapat koordinasi Kemenag Kota Magelang, Bagian Kesra Setda Kota Magelang, dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Magelang serta instansi terkait," jelasnya Jumat (16/07/2021).

Ia menambahkan, Panitia penyembelihan kurban dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban di 3 hari tasyrik itu dengan syarat menerapkan prokes ekstra ketat.

Sebelum penyembelihan, panitia Kurban masing-masing kecamatan harus mendaftar secara daring ke Kemenag Kota Magelang melalui aplikasi Googleform yang telah disediakan.

"Panitia kurban dapat melakukan langkah-langkah koordinasi kepanitiaan untuk menentukan hari-hari Tasyrik pelaksanaan kegiatannya. Mereka yang telah terdaftar diwadahi tersendiri melalui grup WA Kurban/tiap Kecamatan," terangnya.

Ia melanjutkan, pihaknya dibantu Satgas Penanganan Covid-19, TNI dan Polri, akan monitoring ke tempat ibadah dan mendata jumlah hewan qurban agar kegiatan hari raya Idul Adha sesuai dengan ketentuan.

Baca juga: Tak Penuhi Syarat Perjalanan, Petugas Putar Balik Puluhan Truk dan Bus di Exit Tol Kaliwungu Kendal

Baca juga: Gandeng Tribun Jateng, Komix Herbal Gelorakan Semangat Berqurban untuk Sesama di Tengah Pandemi

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Prengus di Daging Kambing, Pilih 10 Tips Ini

Sementara itu, untuk kegiatan salat dan takbir dilaksanakan di rumah. Adapun di masjid dan musholla cukup oleh Nadin (seorang yang menyuarakan takbir).

"Kemudian tidak ada salat berjamaah di masjid atau di tempat lapang. Iduladha di rumah saja," tambahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Pemkot Magelang Keluarkan Aturan Terkait Salat Idul Adha dan Kurban Masa PPKM Darurat

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved