Breaking News:

Berita Batang

Pusatkan Isoman di Wisma Atlet, Bupati Batang Wihaji Jemput Warga Positif Covid-19 

Bupati Batang Wihaji memutuskan untuk menjadikan Wisma Atlet Sarengat sebagai tempat terpusat pasien Covid.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Dina Indriani
Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dan Dandim 0736/Batang Letkol Arh Yan Eka Putra saat melakukan penjemputan bagi warga positif Covid-19 yang isoman di rumah, Jumat (16/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Bupati Batang Wihaji memutuskan untuk menjadikan Wisma Atlet Sarengat sebagai tempat terpusat pasien Covid-19.

Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dan Dandim 0736/Batang Letkol Arh Yan Eka Putra saat melakukan penjemputan bagi warga positif Covid-19 yang isoman di rumah, Jumat (16/7/2021).
Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dan Dandim 0736/Batang Letkol Arh Yan Eka Putra saat melakukan penjemputan bagi warga positif Covid-19 yang isoman di rumah, Jumat (16/7/2021). (Tribun Jateng/Dina Indriani)

Bupati Wihaji bersama Forkopimda pun melakukan penjemputan bagi warga positif Covid-19 yang isoman di rumah.

“Kita mau isoman-kan secara terpusat, khusus Desa Kasepuhan seluruhnya ada 29 orang, sekarang baru tiga orang yang mau ikut, harapannya dengan dipusatkan, mereka cepat sembuh dan bisa kembali ke rumah,” tuturnya, saat menjemput warga isoman didampingi Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dan Dandim 0736/Batang Letkol Arh Yan Eka Putra, Jumat (16/7/2021).

Dikatakannya, saat ini Pemda berupaya meyakinkan warga positif Covid-19, karena sebagian dari mereka ada yang bersedia ditempatkan di Wisma Atlet, namun ada pula yang menolak.

“Tindakan kami lebih cenderung persuasif, disiapkan sarana prasarananya, dijemput dengan baik, kebutuhan sehari-harinya disiapkan. Bahkan untuk keluarga yang di rumah akan mendapat program bantuan dari pemerintah melalui BPBD sebesar Rp 500 Ribu karena mungkin tidak ada yang bekerja dan Rp 500 Ribu lagi untuk makan saat isolasi,” ujarnya.

Warga yang isoman tersebar di 23 lokasi. Untuk menyelami suasana kebatinan mereka, maka bersama Forkopimda berupaya mengajak langsung, supaya bersedia diisolasi di Wisma Atlet.

“Ternyata ada yang mau dua orang, kami jemput, ada tiga orang lagi kebetulan tidak mau, tapi saya pastikan mereka jangan sampai menerima tamu, atau keluar rumah kalau sampai ada yang terima tamu saya pastikan dijemput paksa karena jangan sampai menularkan ke orang lain,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved