Breaking News:

Wawancara Eksklusif

WANSUS Dubes Tantowi Yahya: Selandia Baru Hanya Gunakan Pfizer untuk Vaksin

Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya mengatakan Selandia Baru hanya menggunakan Pfizer untuk vaksinasi

Editor: iswidodo
TRIBUNNEWS
MAIN MUSIK - Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya memainkan musik country saat berkunjung ke kantor redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Selasa (22/1/2019). 

TRIBUNJATENG.COM - Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya mengatakan Selandia Baru hanya menggunakan Pfizer untuk vaksinasi terhadap masyarakatnya.Tantowi mengatakan Selandia Baru negara yang paling akhir terkena Covid-19.

"Setelah Selandia Baru tidak ada lagi. Dalam konteks hal-hal tertentu merugikan, dalam konteks Covid-19 menguntungkan karena paling belakangan kena," ujar Tantowi.

Disampaikan Tantowi saat berbincang bersama Staf Direksi Tribun Network Hasanah Samhudi dan Manajer Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat, beberapa hari lalu.

Berikut wawancara Tribun Network bersama Tantowi Yahya:

Kegiatan apa yang dilakukan WNI di Selandia Baru?

6.500an terhadap 5 juta penduduk cukup besar. Sampai dengan saat ini kami belum menerima laporan ada warga kita yang terinfeksi Covid-19. Ganjaran warga kita cara dan pola hidupnya seperti masyarakat Selandia Baru.

Kita senantiasa terus berkomunikasi dengan platform sosial media. Hampir seluruh warga kita di Selandia Baru bisa kita rangkul. Dari waktu ke waktu kami terus berkomunikasi dengan mereka. Mengingatkan mereka untuk patuh.Disaat yang sama kami terus mengupdate covid di tanah air. Kita prihatin mendengar sahabat-sahabat kita meninggalkan kita karena covid.

Jenis vaksin yang digunakan apa saja?

Vaksin yang digunakan hanya pfizer. Distribusi vaksin sudah memadai meski terlambat dibandingkan Australia. Karena Selandia Baru import, mereka tidak bisa membuat vaksin sendiri. Di sini tergantung sepenuhnya kepada luar negeri, dan itu hanya pfizer yang dipergunakan.

Sudah dilakukan vaksinasi, pada Februari lalu, pertama-tama ditujukan kepada mereka pada sektor yang bersentuhan langsung kedatangan orang luar negeri. Jadi saya mendapatkan giliran untuk divaksin 28 Juli itu vaksin pertama, vaksin kedua 21 hari kemudian.

Kenapa hanya pfizer?

Selandia Baru ini negara yang paling akhir terkena covid. Karena lokasinya yang paling selatan. Setelah Selandia Baru tidak ada lagi. Dalam konteks hal-hal tertentu merugikan, dalam konteks covid menguntungkan karena paling belakangan kena.Jadi pada dasarnya mereka membuat peraturan yang berkaca pada apa yang terjadi di negara lain. Kegagalan di negara lain, dijadikan pelajaran. Posisi Selandia Baru seperti itu.

Terkait hanya pfizer yang mereka percayakan, di sini ada institusi seperti BP POM. Ketat sekali untuk suatu obat-obatan atau vaksin disetujui. Kenapa distribusi vaksin telat, karena proses uji klinis di sini lama sekali dan tidak bisa diintervensi.

Dari beberapa vaksin yang masuk itu yang lolos itu ya pfizer ini. Karena sudah dites, efikasi tinggi, aman. Dan pilihan itu jatuh kepada pfizer, mereka tidak menoleh ke merek lain. Astra Zeneca ada tapi untuk didonasikan. Dan ketika mereka berani berdonasi, itu pun sudah melalui uji klinis yang ketat. (tribun network/denis destryawan)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved