Breaking News:

Berita Internasional

China Bantah Tuduhan WHO yang Sebut Halangi Penyelidikan Asal-Usul Covid-19 di Wuhan

Pemerintah China pada JUmaty kemarin, menegaskan, para ahli WHO telah diberikan akses yang memadai saat mereka mengunjungi negara itu pada awal tahun

Editor: m nur huda
AFP PHOTO/HECTOR RETAMAL
Sejumlah tim berisi pakar internasional yang diutus Badan Kesehatan Dunia (WHO) meninggalkan pusat karantina di Wuhan, China, pada Kamis, 28 Januari 2021. Mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengungkap asal usul Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING - Tuduhan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) bahwa China enggan membagikan data mentah yang diperlukan untuk penyelidikan asal-usul virus corona (Covid-19) dibantah.

Pemerintah China pada JUmaty kemarin, menegaskan, para ahli WHO telah diberikan akses yang memadai saat mereka mengunjungi negara itu pada awal tahun ini.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (17/7/2021), WHO tengah menghadapi tekanan yang meningkat terkait penyelidikan baru yang mendalam tentang asal usul pandemi.

Ini terjadi setelah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengirimkan tim ahli internasional independen ke Wuhan, China pada Januari lalu, lebih dari setahun setelah Covid-19 kali pertama muncul di sana.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Kamis lalu bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi organisasi itu selama tahap pertama penyelidikan adalah bahwa 'data mentah tidak dibagikan' otoritas China.

Oleh karena itu, WHO mendesak negara itu untuk 'transparan, terbuka dan bekerja sama' pada tahap kedua penyelidikan.

Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menekankan bahwa negaranya telah mengizinkan para ahli 'untuk melihat data asli yang memerlukan perhatian khusus'.

Meskipun beberapa informasi melibatkan informasi bersifat pribadi dan tidak dapat disalin dan dibawa ke luar negeri.

Zhao juga menepis klaim Tedros bahwa 'ada dorongan prematur' untuk mengesampingkan teori bahwa virus itu bisa saja bocor dari laboratorium virologi di China.

"Tim ahli yang telah mengunjungi China setuju bahwa hipotesis kebocoran laboratorium telah menyebabkan wabah sangat tidak mungkin," kata Zhao.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved