Breaking News:

Berita Internasional

China Bantah Tuduhan WHO yang Sebut Halangi Penyelidikan Asal-Usul Covid-19 di Wuhan

Pemerintah China pada JUmaty kemarin, menegaskan, para ahli WHO telah diberikan akses yang memadai saat mereka mengunjungi negara itu pada awal tahun

Editor: m nur huda
AFP PHOTO/HECTOR RETAMAL
Sejumlah tim berisi pakar internasional yang diutus Badan Kesehatan Dunia (WHO) meninggalkan pusat karantina di Wuhan, China, pada Kamis, 28 Januari 2021. Mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengungkap asal usul Covid-19. 

Para peneliti gabungan dari WHO dan China bekerja sama di Wuhan untuk mencari sumber virus dari 14 Januari hingga 10 Februari lalu.

Setidaknya ada sembilan titik yang dijadikan pusat penelitian, termasuk Rumah Sakit Jinyintan Wuhan, pasar makanan laut Huanan, dan Institut Virologi Wuhan.

Dilansir dari Xinhua, para peneliti juga mendatangi dan berdialog langsung dengan pekerja medis lokal, peneliti laboratorium, ilmuwan, manajer pasar, pekerja komunitas, pasien yang pulih, dan keluarga pekerja medis yang kehilangan nyawa dalam epidemi.

Meski belum mendapatkan hasil yang pasti, Liang berterima kasih kepada semua peneliti karena telah mencapai hasil yang positif serta beberapa fakta yang cukup penting.

Untuk penelitian lebih lanjut, Liang menyarankan empat hal yang harus dilakukan. Pertama adalah memperluas basis data terpadu secara global, termasuk data molekul, urutan gen, klinik, epidemiologi, pemantauan hewan, dan pemantauan lingkungan.

Berikutnya, terus mencari lebih banyak kemungkinan kasus awal dalam cakupan yang lebih luas di seluruh dunia.

Ketiga, para ilmuwan di seluruh dunia harus mencari spesies hewan yang mungkin menjadi inang virus di banyak negara dan tempat, tidak terbatas pada kelelawar.

Selain itu, penelitian berikutnya harus lebih memahami peran rantai distribusi produk makanan beku dalam penularan virus penyebab covid-19 tersebut.

Rencanakan Penyelidikan Asal Usul Covid-19 Tahap Dua

WHO berencana melakukan penyelidikan fase kedua asal usul covid-19 di China, dan meminta Beijing lebih transparan dan membuka akses secara luas.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved