Breaking News:

Berita Tegal

Kisah Petugas Pemakaman di Tegal Tidak Harapkan Insentif, Bagus: Untuk Kemanusiaan dan Ibadah

Bahkan di masa pandemi Covid-19 gelombang kedua yang sedang berlangsung ini, pekerjaan mereka lebih ekstra

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Anggota BPBD Kota Tegal memakamkan jenazah pasien Covid-19 yang dikirim dari Sidoarjo, Jawa Timur, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cleret, Tegal, pada Senin (12/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Demi kemanusiaan, kata-kata itulah yang tertanam di hati para anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal, dalam bertugas di masa pandemi Covid-19. 

Mereka ada di garda terdepan untuk mengantar jemput dan memakamkan jenazah pasien Covid-19. 

Bahkan di masa pandemi Covid-19 gelombang kedua yang sedang berlangsung ini, pekerjaan mereka lebih ekstra. 

Handphone mereka harus aktif secara full 24 jam. 

Paling banyak ada lima jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan dalam sehari. 

Meski hanya berstatus tenaga supporting staf (SS) di BPBD Kota Tegal, mereka tidak pernah pamrih dan mengharapkan upah ataupun insentif. 

Koordinator lapangan pemakaman Covid-19 Kota Tegal, Den Bagus (30) mengatakan, petugas BPBD bekerja lagi untuk memakamkan jenazah pada pandemi Covid-19 gelombang kedua. 

Setelah terjadinya kenaikan angka kasus Covid-19 pada Juni 2021. 

Ia mengatakan, sebelumnya BPBD Kota Tegal juga bertugas memakamkan jenazah pada pandemi Covid-19 gelombang pertama. 

Sejak Oktober 2020 sampai Februari 2021. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved