Breaking News:

Berita Semarang

Kisah Tukang Becak di Semarang saat PPKM, 2 Minggu Tak Ada Penumpang, Hidup di Tangan Para Dermawan

Malam tak begitu larut, jam masih menujukan pukul 20.10 WIB. Namun di kawasan Kota Lama seperti kembali ke zaman kolonial, sepi kala malam hari.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
Capt foto / Iwan Arifianto.
Pak Pur ketika menerima pemberian nasi kotak oleh dua perempuan di kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jumat (16/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Malam tak begitu larut, jam masih menujukan pukul 20.10 WIB.

Namun di kawasan Kota Lama seperti kembali ke zaman kolonial, sepi kala malam hari.

Purwanto atau akrab disapa Pak Pur (57) tengah asyik duduk di atas becaknya.

Dia baru saja menghabiskan satu kotak nasi yang diberikan oleh dua gadis tak dikenal.

Baca juga: Video PPKM Darurat Kudus, Petugas Borong Dagangan Warga

Baca juga: Setelah Harrison Ford, Kini Antonio Banderas Dipastikan Main di Film Indiana Jones 5

Baca juga: Hampir Sepekan Lampu PJU di Semarang Dimatikan, Warga Khawatir Muncul Aksi Kejahatan

Baca juga: AC Milan Bakal Sodorkan Kontrak Baru Gaji Miliaran Rupiah untuk Pahlawan Denmark di Euro 2021

"Tadi ada yang ngasih dua perempuan muda naik motor matik enggak kenal siapa. Saya terima sambil bilang makasih," terangnya, Jumat (16/7/2021) malam.

Berhubung tak mengenal siapa pemberi nasi kotak itu dia lebih senang menyebut mereka sebagai hamba Allah.

Dia sangat bersyukur di tengah pemberlakuan PPKM Darurat masih dapat bertahan hidup meski dengan cara dari memperoleh makan pemberian orang lain.

Untuk sekarang ini, dia mengaku tak ada penghasilan sama sekali.

Roda becaknya tak berputar lantaran tak ada satupun penumpang yang naik becaknya.

"Saya ngandelin penumpang dari kawasan kota lama, hampir dua minggu tempat ini ditutup jadi tak ada penumpang," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved