Breaking News:

Berita Semarang

Buka Rekrutmen Nakes Baru, Pemkot Semarang Upayakan Penuhi SDM untuk Penanganan Pandemi Covid-19

Pemerintah Kota Semarang terus mengupayakan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) untuk membantu penanganan Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang terus mengupayakan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) untuk membantu penanganan Covid-19.

Seiring dengan naiknya kasus Covid-19, jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar juga kian bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menyampaikan, sudah ada sekitar 700 nakes yang terpapar sejak awal pandemi hingga sekarang.

Saat ini, rata-rata nakes yang terpapar di setiap puskesmas ada lima orang.

Tentu, hal itu berpengaruh terhadap penanganan pandemi di Kota Semarang.

Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Kades Jenar Sragen Izinkan Hajatan hingga Pasang Baliho Berisi Makian

Baca juga: Cegah Klaster Idul Adha, Panitia Kurban di Salatiga Diminta Terapkan Prokes Covid-19

Baca juga: Bedah Rumah Tuna Netra Pembuat Besek di Kabupaten Semarang Rampung, Gubernur Ganjar Belikan Perabot

Baca juga: Aksi Ketua TP PKK Banyumas Berbagi Nasi kepada Warga Terdampak PPKM Darurat

"Jumlah yang terkonfirmasi tidak sebanding (dengan jumlah nakes). Misal, dalam satu kelurahan ada 100 atau 200 orang yang terpapar. Petugas puskesmas cuma 52, ada yang 65. Berkurang lima karena terpapar. Jadi, 3T (testing, tracing, treatment) tidak terlaksana secara sempurna," papar Hakam, Minggu (18/7/2021).

Belum lagi, lanjut dia, Pemerintah Kota Semarang tengah melakukan percepatan vaksinasi.

Tentu, membutuhkan banyak SDM, antara lain untuk pendaftaran, screening, vaksinasi, dan observasi.

Menurutnya, relawan tetap ada membantu nakes dalam upaya penanganan Covid-19. Namun demikian, mencari relawan juga tidak mudah. Pasalnya, kabupaten dan kota lain pun sama-sama membutuhkan.

Belum lama ini, pihaknya juga baru saja membuka rekrutmen tracer untuk membantu melakukan tracing masyarakat yang terpapar Covid-19 dan memberi vitamin kepada warga yang isolasi mandiri.

"Kemarin kami rekrut 100, tiba-tiba 50 orang mengundurkan diri, tidak kuat. Tapi, sekarang sudah terpenuhi. Mudah-mudahan bisa membantu kelurahan dan puskesmas yang angka kasusnya tinggi," ucapnya.

Hakam menambahkan, Dinkes juga berkoordinasi dengan para relawan dari BPBD/BNPB. Mereka turut serta membantu masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Komunitas Mobil Kuno di Solo Ini Bagikan Beras dan Masker Keliling Kota Bengawan 

Baca juga: Update Penyekatan PPKM Darurat di Kabupaten Tegal, Berikut Daftar Jalan yang Ditutup.

Baca juga: Sebelum Penyembelihan Hewan Kurban, Seluruh Petugas RPH Penggaron Semarang Akan Tes Antigen Besok

Diharapkan, para relawan ini bisa membuat masyarakat tidak gelisah dan merasa tertangani meski melakukan isolasi di rumah.

"Sekarang bagaimana membuat masyatakat tidak gelisah, dapat obat. Kalau begitu orang pasti bahagia, bisa meningkatkan imun. Tapi, kalau marah-marah, emosi, akan menurunkan imun," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved