Breaking News:

Berita Semarang

Cegah Covid-19, MUI Kota Semarang Imbau Salat Iduladha di Rumah Bersama Keluarga Inti

MUI) Kota Semarang mengajak umat islam melaksanakan ibadah salat Iduladha di rumah masing-masing guna mencegah penyebaran Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
MUI Jawa Tengah
Ketua Komisi Fatwa Dr KH Fadlolan Musyaffa’ Lc MA (duduk kiri) dan Sekretaris Dr KH Ahmad Izzuddin MAg, saat menandatangani tausiyah MUI Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang mengajak umat islam yang tinggal di ibu kota Jawa Tengah untuk menjadi pelopor dalam ikhtiar bersama mencegah penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan ibadah salat Iduladha di rumah masing-masing.

Ketua Umum MUI kota Semarang, Moh Erfan Soebahar mengatakan, MUI telah mengeluarkan tausiah kepada umat Islam mengenai anjuran salat Iduladha di rumah masing-masing.

Baca juga: Sempat Bermalam di Ruang Tahanan, Kades Jenar Sragen Akhirnya Kembali Minta Maaf

Baca juga: Usaha Kreatif Bengkel Sepeda Keliling di Purwokerto, Parman: Rejeki Itu Dijemput

Baca juga: Karena PPKM, Masjid Agung Kabupaten Tegal Meniadakan Salat Idul Adha 1442 H

"Kami sudah ada tausiyah. Pada dasarnya Iduladha itu dilaksanakan berjamaah, cuma baiknya dilakukan di rumah dengan keluarga inti untuk keselamatan bersama," ucap Erfan, Minggu (18/7/2021).

Tekniknya, dia mempersilakan untuk diatur secara baik siapa yang menjadi khatib, imam, dan makmum.

Di samping salat Iduladha di rumah, MUI juga mengimbau agar kumandang takbir Iduladha sebagai bagian dari syiar islam tetap dikumandangkan di rumah masing-masing atau di masjid dan musala secara terbatas hanya oleh pengurus masjid/musala selama PPKM darurat.

"Tata cara sama saja. Yang penting ada imam, makmum, ada 3 orang saja sudah bisa (berjamaah). Tentu, khutbahnya Iduladha," tambahnya.

Mengenai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Erfan memaparkan, pemotongan sebaiknya dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Dia menganjurkan untuk dilakukan pada hari tasyrik yakni 11 -13 Dzulhijjah atau 21 - 23 Juli 2021 mengingat hari H Iduladha atau 20 Juli masih dalam suasana PPKM Darurat. 

Jika pemotongan dilakukan di luar RPH, dia meminta panitia tetap menerapkan protokol kesehatan serta mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 di wilayah setempat.

Baca juga: Sempat Bermalam di Ruang Tahanan, Kades Jenar Sragen Akhirnya Kembali Minta Maaf

Baca juga: Chord Kunci Gitar Til the Right One Comes John Mayer

Baca juga: Chord Kunci Gitar Why You No Love Me John Mayer

Baca juga: Mahasiswa ITTP Purwokerto Siap Berlaga di PON XX Papua

"Panitia bawa peralatan sendiri. Pisau untuk  menyembelih tidak boleh ganti-ganti orang. Satu orang satu pisau. Masing-masing bertanggungjawab terhadap keselamatan sembelihannya," jelasnya.

Dia berharap, masyarakat tidak mengunjungi tempat pemotongan. Pendistribusian daging kurban harus dilakukan door to door oleh panitia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved