Breaking News:

Berita Semarang

Kompetisi GNRM, AKS Ibu Kartini Semarang Jadi Satu-satunya Akademi yang Lolos Seleksi Proposal

Kemenko PMK bersama FRI pada tahun ini kembali mengadakan kerjasama untuk Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Dok. humas AKS
Pengumuman sekaligus pengarahan kegiatan bagi perguruan tinggi yang lolos seleksi proposal program GNRM 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Forum Rektor Indonesia (FRI) pada tahun ini kembali mengadakan kerjasama untuk Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui partisipasi masyarakat.

Peran aktif perguruan tinggi sebagai bagian dari masyarakat, berkontribusi besar untuk menghasilkan output nyata pada mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Proposal kegiatan tentang program GNRM dari beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah dinyatakan lolos melalui seleksi pada akhir Juni 2021 kemarin.

Perguruan tinggi di Jateng yang lolos seleksi proposal ada enam. Yakni Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Muhammadiyah Magelang, dan Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) Ibu Kartini Semarang.

Nama terakhir merupakan satu-satunya akademi dari semua perguruan tinggi yang proposalnya lolos. Sekretariat Forum Rektor Indonesia menerima sebanyak 189 proposal. Dari jumlah itu, hanya 55 proposal yang diterima untuk didanai.

"AKS Ibu Kartini akan melaksanakan proyek mahasiswa baru untuk mendorong mahasiswa mengambil peran penting dalam kegiatan sosial. Salah satunya dengan kegiatan yang proposalnya lolos dalam GNRM ini," kata ketua pelaksana tim dari AKS Ibu Kartini, Agus Susanti, Minggu (18/7/2021).

AKS Ibu Kartini yang dipimpin Direktur, Mien Zyahratil Umami ini mengirimkan proposal yang berjudul Merajut Kebersamaan Mahasiswa Baru dengan Remaja Panti Asuhan dalam Menghadapi Pandemi Covid-19.

Kegiatan tersebut akan diintegrasikan ke dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) pada awal tahun akademi 2021/2022 yaitu dalam kegiatan sosial ke Panti Asuhan.

"Kegiatan akan melibatkan seluruh program studi yang ada yaitu Seni Kuliner, Tata Rias, dan Desain Busana. Sehingga, melalui kegiatan ini remaja di panti asuhan akan mendapatkan bekal keterampilan tambahan yang diharapkan dapat bermanfaat dalam kehidupannya sehari-hari maupun di masa mendatang," ujarnya.

Kegiatan yang diajukan dalam program GNRM merupakan kegiatan yang sudah terprogram atau kegiatan reguler yang berkesinambungan (sustainable program) di tingkat perguruan tinggi masing-masing.

Sejumlah proposal diajukan dengan berbagai lingkup kegiatan. Mulai dari KKN-gotong royong, kampus mengajar, wirausaha desa, proyek kemanusiaan, proyek mahasiswa baru, kompetisi atau lomba, hinga aksi nyata atau kegiatan lain yang relevan.

Revolusi mental merupakan gerakan untuk mengubah cara pikir, cara kerja dan cara hidup bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan.

Untuk mewujudkannya perlu peranan seluruh pihak, tak terkecuali peran Perguruan Tinggi melalui program-program yang sekaligus juga mendukung perwujudan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved