Breaking News:

Berita Semarang

Penyekatan dan Penutupan Tidak Mempengaruhi Operasional Jasa Pengiriman

PPKM darurat Jawa Bali tidak terlalu mempengaruhi pengiriman logistik di Jawa Tengah. 

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
raka f pujangga
Ketua Asperindo Jateng, Tony Winarno, di Semarang, Selasa (9/1/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PPKM darurat Jawa Bali tidak terlalu mempengaruhi pengiriman logistik di Jawa Tengah. 

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Jateng, Tony Winarno. menuturkan belum mendapatkan laporan dari anggotanya adanya kendala pengiriman selama pelaksanaan PPKM darurat. 

Menurutnya, jasa pengiriman termasuk ke dalam sektor esensial dan diprioritaskan oleh untuk tetap beroperasi.

"Cuma memang yang terdampak teman-teman eksportir, dan penyedia angkutan," ujarnya, Minggu (18/7/2021).

Agus mengatakan selama PPKM Darurat pihak perusahaan pengiriman selalu menyiapkan i'd card, surat jalan, maupun surat keterangan rapid tes antigen untuk kurirnya.

"Jadi anggota kami selalu menyediakan I'd card, surat jalan maupun surat keterangan rapid tes antigen jadi masih tetap jalan," jelasnya.

Berbeda hal untuk perusahaa ekspor yang terganggu saat melakukan  proses distribusi.

Ketua Dewan pengurus Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah Ade Siti Muksodah menuturkan distribusi logistik berbagai daerah terganggu. Meski diperbolehkan lewat, proses distribusi harus menunggu lama.
" Mengantre di Pelabuhan juga lama. Semua pasti terhambat. semua perusahaan ekspor telah menyediakan surat jalan maupun swab antigen," ujar dia.

Menurutnya, keterlambatan pengiriman ekspor sering mendapat komplain dari buyer (importir). Namun hal tersebut tidak terlalu signifikan terjadi khususnya di Jawa Tengah.

"Kecuali Jakarta maupun Surabaya itu sangat mengerikan," tuturnya.

Dikatakan, informasi dari anggota eksportir tidak setiap wilayah di Jawa Tengah dilakukan penutupan secara ketat. Ada beberapa yang melakukan pelonggaran.

"Menurut pantauan anggota kami yang ada di Jakarta yang ditutup tol menuju Semarang. Tapi setelah sampai di Salatiga tidak," ujar dia.

Ia menuturkan penyekatan tidak terlalu memperanguhi proses ekspor. Banyak pilihan moda transportasi untuk proses ekspor.

"Kalau tidak bisa lewat laut lewat udara . Buyer pun sekarang sudah paham," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved