Breaking News:

Berita Video

Video Pengecekan Kesehatan Hewan Kurban Sebelum Diperjualbelikan

Dislutkanak Batang meminta penjual hewan kurban memanfaatkan penjualan melalui teknologi atau online.

Penulis: dina indriani | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Berikut ini video pengecekan kesehatan hewan kurban sebelum diperjualbelikan.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta mendukung pemberlakuan PPKM Darurat, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Batang meminta penjual hewan kurban memanfaatkan penjualan melalui teknologi atau online.

Kasi Kesehatan Hewan Ternak, Saiful Husna mengatakan sesuai dengan surat edaran Sekda Batang yang meminta masyarakat bisa mendukung kebijakan PPKM Daruraat dan juga pencegahan penularan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dan Zoonosis.

Untuk itu perlu ada pemeriksaan dokumen hewan dan pengawasan kesehatan hewan di tempat penampungan dan penjualan hewan kurban.

"Kami juga meminta penjual hewan kurban untuk bisa memanfaatkan teknologi dengan penjualan online, karena pemerintah juga sedang memberlakukan PPKM darurat," tuturnya, Jumat (16/7/2021).

Jika memang terpaksa tidak bisa melakukan penjualan online, Dislutkanak meminta peternak mematuhi protokol penjualan hewan kurban

Seperti tempat penjualan telah mendapatkan izin dari kelurahan/desa setempat, penjualan hewan kurban dioptimalkan secara online atau dikoordinir oleh panitia (Dewan Kemakmuran Masjid, Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Amil Zakat Nasional atau Organisasi/lembaga amil zakat lainnya). 

"Penjual  dalam keadaan sehat, penjual dan pekerja yang berasal dari luar daerah harus memiliki surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas," terangnya.

Selain itu, tempat penjualan dibuat alur pergerakan searah dengan tempat masuk dan keluar berbeda, layout lapak memperhatikan jarak antar orang dalam lokasi minimal 1 meter. 

"Penjual juga wajib menyediakan fasilitas hand sanitizer atau tempat cuci tangan dengan air mengalir serta sabun yang mudah diakses,” imbuhnya.

Salah satu peternak, Sutopo mengatakan  pihaknya sudah berupaya melaksanakan penjualan secara online. 

Namun kendalanya adalah untuk mengecek kelaikan hewan kurban terpaksa dilakukan secaraa offline.

"Promosi sudah lewat online di sosial media, tapi pembeli biasanya ingin melihat kondisi hewan secara langsung agara lebih yakin," pungkasnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved