Berita Internasional

WHO Peringatkan Akan Muncul Varian Baru Covid-19 yang Lebih Berbahaya & Sulit Dikendalikan

Organisasi kesehatan dunia, WHO, melalui Komite Darurat pada Kamis (15/7/2021) memperingatkan, varian baru Covid-19 yang lebih berbahaya diperkirakan

Editor: m nur huda
FABRICE COFFRINI / AFP
Sebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona. 

TRIBUNJATENG.COM, JENEWA - Organisasi kesehatan dunia, WHO, memperingatkan, varian baru Covid-19 yang lebih berbahaya diperkirakan akan menyebar ke seluruh dunia, sehingga lebih sulit untuk menghentikan pandemi.

"Pandemi belum selesai," ungkap Komite Darurat WHO dalam pernyataan pada Kamis (15/7/2021) memperingatkan setelah pertemuan sehari sebelumnya, dikutip dari AFP.

"Kemungkinan kuat munculnya dan penyebaran global varian baru, mungkin lebih berbahaya dari yang dikhawatirkan, bahkan bisa lebih menantang untuk dikendalikan," ungkapnya.

"Pandemi tetap menjadi tantangan secara global dengan negara-negara menavigasi tuntutan kesehatan, ekonomi, dan sosial yang berbeda," lanjut Komite Darurat WHO.

"Negara-negara dengan akses lanjutan ke vaksin dan sistem kesehatan yang memiliki sumber daya yang baik berada di bawah tekanan untuk membuka kembali kehidupan masyarakat mereka sepenuhnya."

Di sisi lain, "Negara-negara dengan akses terbatas ke vaksin mengalami gelombang infeksi baru, melihat tergerusnya kepercayaan publik (dan) meningkatnya kesulitan ekonomi, serta, dalam beberapa kasus, meningkatkan kerusuhan sosial."

Ketua Komite Darurat WHO Didier Houssin berkata kepada wartawan, dia mengakui tren baru-baru ini mengkhawatirkan.

Selama 1,5 tahun setelah WHO pertama kali menyatakan Darurat Kesehatan Masyarakat Perhatian Internasional (PHEIC) sebagai tingkat kewaspadaan tertinggi, "Kami masih mengejar virus ini dan virus masih mengejar kita".

Untuk saat ini, empat varian Covid-19 mendominasi pandemi global yaitu Alpha, Beta, Gamma, dan terutama varian Delta yang menyebar cepat.

Akan tetapi komite memperingatkan, yang lebih buruk bisa terjadi di depan.

Para ahli mengatakan, sebagai akibatnya banyak negara menerapkan kebijakan yang semakin berbeda dalam menangani kebutuhan nasional, sehingga menghambat pendekatan yang selaras untuk respons global.

"Penggunaan masker, physical distancing, menjaga kebersihan tangan, dan peningkatan ventilasi ruang dalam ruangan tetap menjadi kunci untuk mengurangi penularan".

Para pakar juga menekankan kebutuhan memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara pada September, dan pembagian vaksin antara negara kaya dan negara miskin.

"Banyak negara sekarang telah memvaksinasi populasi prioritas mereka, direkomendasikan bahwa dosis harus dibagi dengan negara-negara yang memiliki akses terbatas sebelum memperluas program vaksinasi nasional ke kelompok berisiko rendah."

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO: Pandemi Belum Usai, Varian Covid-19 yang Lebih Berbahaya Akan Muncul

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved