Berita Tegal

Mahasiswa Pertanyakan Penyekatan Jalan di Tegal, Dinilai Hanya Pindahkan Mobilitas Masyarakat 

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Tegal Menggugat (ATM) mempertanyakan, fungsi penyekatan jalan selama PPKM.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kawasan Jalan Pondok Makan Jalan Teri (Pokanjari) Tegal, menjadi akses jalan alternatif yang tidak tertutup water barrier atau pembatas beton, Senin (19/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Tegal Menggugat (ATM) mempertanyakan, fungsi penyekatan jalan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Penyekaatan jalan dinilai tidak efektif untuk mengurangi mobilitas masyarakat. 

Mereka berharap jalan-jalan yang ditutup menggunakan water barrier dan pembatas beton dibuka.

Hal itu tersampaikan dalam audiensi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Tegal.

Perwakilan mahasiswa, Siti Zulaeka mengatakan, penyekatan jalan tidak mengurangi mobilitas masyarakat semasa PPKM Darurat Jawa- Bali. 

Baca juga: Mensos Tri Rismaharini Blusukan di Kampung Baru Solo, Cek Bansos

Baca juga: Kisah Mbah Wiryo Karanganyar Lawan 3 Maling Bersenjata Tajam Hingga Terluka, Jalani 29 Jahitan

Baca juga: Habib Rizieq Tak Terima Amien Rais Sebut TNI-Polri Tak Terlibat Tewasnya Laskar FPI: Blunder

Justru mobilitas atau kepadatan masyarakat hanya berpindah tempat.

Dari yang semula di jalan kota beralih ke gang-gang dan jalan-jalan kecil.

"Itu namanya bukan mengurangi mobilisasi, tapi hanya memindahkan mobilisasi," kata Zulaeka, perwakilan dari HMI Cabang Tegal. 

Zulaeka berharap, ada solusi dari beberapa poin yang disampaikan oleh Aliansi Tegal Menggugat. 

Ia mengatakan, seharusnya kebijakan semasa PPKM Darurat itu arahnya untuk mensejahterakan masyarakat. 

"Kami harapkan benar-benar ketegasan untuk mensejahterakan masyarakat Kota Tegal," ungkapnya. 

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo mengatakan, penyekatan jalan dilakukan karena Kota Tegal masih terkoreksi dalam zona hitam. 

Penilaian tersebut dilihat dari tingkat mobilitas dan aktivitas masyarakat.

Ia menjelaskan, peningkatan angka Covid-19 itu berbanding lurus dengan pergerakan manusia, yaitu mobilitas dan aktivitas. 

Karena itu dilakukan upaya penyekatan jalan. 

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Rita mengajak para mahasiswa untuk ikut menjadi relawan untuk menyukseskan PPKM Darurat Jawa- Bali.

Baca juga: Pengakuan Juliari Batubara Tak Tahu Tata Kelola Anggaran Negara Saat Jabat Mensos, Hakim: Waduh

Baca juga: Inilah Sosok Kurt Westergaard Pembuat Kartun Nabi Muhammad, Meninggal Saat Tidur

Ia pun menyatakan akan melakukan revisi dan evaluasi untuk perbaikan ke depannya. 

"Dari beberapa evaluasi kami, zona Covid-19 kita oranye. Tapi kita masuk level 4, karena angka kematian kita tinggi," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved