Breaking News:

PPKM Darurat

Penjualan Peti Jenazah Naik 500%, Tolak Konsumen karena Kehabisan Stok

Di tengah lonjakan kasus covid-19 dengan tingginya angka kematian, permintaan peti jenazah di Kota Semarang mengalami peningkatan drastis

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
Penjual perlengkapan jenazah di jalan Kiai Saleh Semarang terlihat sedang mengangkat peti mati.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Di tengah lonjakan kasus covid-19 dengan tingginya angka kematian, permintaan peti jenazah di Kota Semarang mengalami peningkatan drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Nur (36), satu penjual perlengkapan jenazah di Jalan Kiai Saleh, Semarang, menuturkan, penjualan peti jenazah di tokonya mengalami lonjakan drastis dalam satu bulan terakhir.

Peningkatan itu juga terjadi pada penjualan perlengkapan jenazah lain, seperti batu nisan dan papan.

Menurut dia, sebelum pandemi disusul dengan tingginya kasus covid-19, ia hanya mampu menjual sekitar 10 unit peti jenazah maupun batu nisan dan papan ikat.

Saat ini, ia mampu menjual hingga 50 unit dalam waktu sehari.

"Sudah satu bulan ini penjualan peti meningkat sekali. Biasanya paling banyak 10 unit, sekarang sampai 50 unit.

Kemarin tertinggi sampai 55 unit. Selain peti, batu nisan dan papan juga sama-sama meningkat hingga 500 persen. Setiap hari begitu terus," katanya, saat ditemui Tribun Jateng, kemarin.

Nur menuturkan, tingginya permintaan peti mati tersebut membuatnya kewalahan menerima pesanan.

Pasalnya, stok perlengkapan jenazah yang ia datangkan dari luar kota itu juga mulai menipis, sehingga ia pun beberapa kali terpaksa menolak pesanan konsumen.

"Petinya didatangkan dari beberapa daerah seperti Jepara, Solo, Boyolali, Batang, dan Pekalongan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved