Breaking News:

Berita Pekalongan

PJ Sekda Kabupaten Pekalongan: Salat Idul Adha di Rumah Saja

PJ Sekda Kabupaten Pekalongan imbau kepada masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Adha di rumah saja.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Ilustrasi. Ribuan warga mengikuti pelaksanaan Sholat Idul Adha 1441 Hijriah di Masjid Agung Kota Tegal, Jumat (31/7/2020) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Adha di rumah saja.

"Salat id sendiri sudah ada petunjuk dari fatwa MUI dan pemerintah pusat, untuk istilahnya salat sendiri di rumah," kata PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso, Tribunjateng.com, Senin (19/7/2021).

Menurut Budi hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kemudian, pihaknya juga meminta agar penyelenggaraan pemotongan hewan qurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH).

"Berkaitan dengan qurban, harapannya disembelihkan di RPH. Tetapi karena  RPH kita terbatas, kemarin kita sudah rapatkan dengan FKUB dan ulama Kabupaten Pekalongan untuk mengatur penyembelihan hewan qurban masing-masing dengan prokes yang ketat dan orang yang terbatas. Ini yang kami dorong," ujarnya.

Sementara itu, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 tahun 2021 diatur tentang pelaksanaan salat Idul Adha.

Salat Idul Adha di wilayah PPKM darurat ditiadakan dan salat dilaksanakan di rumah masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Kasiman Mahmud Desky.

"Dari hal itu termasuk di dalamnya takbir keliling, takbir bersama-sama di masjid, di musala, ditiadakan. Takbir dilakukan di rumah masing-masing," ungkapnya.

Kemudian, untuk penyembelihan hewan kurban dalam surat edaran tersebut diadakan satu hari setelah Hari Raya Idul Adha. Yaitu pada hari tasrik atau tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah.

"Pemotongannya di RPH, tidak boleh berkerumun, dan harus pakai protokol kesehatan," imbuhnya.

Apabila RPH terbatas pemotongan hewan kurban dilakukan di tempat yang luas, sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak.

"Pembagiannya juga tidak mendatangkan orang tetapi petugas yang mendatangi ke tempat tinggal warga yang berhak," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved