Breaking News:

Berita Semarang

PT KAI Daop 4 Semarang Seleksi Penumpang yang Boleh Naik Kereta, Hanya Kategori Esensial - Kritikal

Selama libur Idul Adha, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang hanya mengoperasikan kereta api jarak jauh.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: moh anhar
Tribun Jateng/ Rahdya Trijoko Pamungkas
Calon penumpang kereta api cek kesehatan di Stasiun Semarang Tawang, Senin 5 Juli 2021. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Selama libur Idul Adha, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang hanya mengoperasikan kereta api jarak Jauh.

Manager Humas PT KAI Daop empat Semarang, Krisbiyantoro mengatakan, selama libur Iduladha 20 sampai dengan 25 Juli 2021 penumpang yang diperbolehkan hanyalah yang melakukan perjalanan esensial dan kritikal.

Penumpang yang diperbolehkan naik hanya berusia di atas 18 tahun.

"Aturan tersebut mengacu pada SE Kemenhub No 54 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19," jelasnya, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, penumpang kereta api yang masuk dalam kategori esensial adalah perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19, dan Industri orientasi ekspor. 

Baca juga: Mahasiswa Pertanyakan Penyekatan Jalan di Tegal, Dinilai Hanya Pindahkan Mobilitas Masyarakat 

Baca juga: Inilah Sosok Kurt Westergaard Pembuat Kartun Nabi Muhammad, Meninggal Saat Tidur

Baca juga: Kisah Mbah Wiryo Karanganyar Lawan 3 Maling Bersenjata Tajam Hingga Terluka, Jalani 29 Jahitan

Sementara  penumpang masuk dalam kategori kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

"Pelanggan dari Sektor Kritikal dan Esensial harus menunjukkan surat tanda registrasi pekerja, Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat, dan surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel atau cap basah maupun tanda tangan elektronik," ujarnya.

Selain sektor esensial dan kritikal, kata dia, penumpang yang boleh melakukan perjalan menggunakan kereta dengan kepentingan mendesak. 

Penumpang  masuk kategori itu adalah pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil  didampingi oleh 1 orang anggota keluarga, kepentingan persalinan didampingi maksimal 2 orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.

"Setiap pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Khusus pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa wajib menunjukkan kartu vaksinasi," jelasnya.

Ia mengatakan setiap pelanggan harus dalam kondisi sehat atau tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam.

Kemudian suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, serta memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Baca juga: Heboh Ibu Peluk Mayat Anaknya yang Membusuk Selama Tiga Hari, Tetangga Cium Bau Busuk

Baca juga: Mensos Risma Blusukan di Kampung Baru Solo, Pastikan Penerima Bansos Tepat Sasaran 

"Petugas di stasiun keberangkatan akan melakukan pemeriksaan seluruh persyaratan pelanggan sebelum diizinkan melakukan perjalanannya. Jika ada yang tidak lengkap, maka yang bersangkutan tidak akan diizinkan untuk berangkat dan uang tiket akan dikembalikan 100 persen," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved