Breaking News:

Berita Semarang

Selokan di Jangli Kota Semarang Jadi Kolam Memelihara Ikan, Warga Bisa Panen Bawal - Gurame 100 Kg

Ratusan meter saluran air di RT 02 RW 01 Sapta Marga 3 Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, berisi berbagai jenis ikan.

Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Keren! Ratusan meter saluran air di RT 02 RW 01 Sapta Marga 3 Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, berisi berbagai jenis ikan.

Ikan-ikan tersebut dipelihara oleh warga sekitar, bahkan diberi makan setiap pagi dan sore hari.

Di tengah imbas pandemi yang membuat perekonomian melemah, warga RT 02 RW 01 memanfaatkan ikan-ikan tersebut untuk dikonsumsi.

Diterangkan Suwarti, satu di antara anggota Darwis RT 02 RW 01 Kelurahan Jangli, ikan tersebut dipelihara oleh kelompok ibu-ibu RT 02.

“Dibantu juga oleh warga sekitar, hampir satu tahun terakhir selokan di sini dijadikan media untuk memelihara ikan,” jelasnya saat ditemui Tribunjateng.com, di RT 02 RW 01 Keluharan Jangli, Senin (19/7/2021).

Sembari memberi makan berbagai jenis ikan, Suwarti menuturkan, ikan yang dipelihara di saluran air tersebut sudah dipanen.

Baca juga: Cerita Driver Ojol Semarang saat Kirim Pesanan Warga Jalani Isolasi Mandiri: Banyak yang Ndableg

Baca juga: Ambulans di Kudus Terlibat Kecelakaan saat Bawa Pasien Covid-19 Kritis

“Terakhir panen hampir 100 kilogram, yang dipelihara ada ikan konsumsi seperti lele, bawal, gurami, serta ikan mas. Selain itu ada ikan koi juga,” paparnya.

Menurutnya, ikan-ikan tersebut dimanfaatkan warga untuk konsumsi, dan sangat bermanfaat di tengah kondisi sulit.

“Apa lagi di tengah pandemi, ikan yang kami pelihara besar manfaatnya. Kadang dikonsumsi warga, kadang dijual juga yang sebagian hasilnya untuk membeli bibit dan pakan ikan,” ucapnya.

Suwarti berujar, panjang saluran air untuk memelihara ikan sekitar 150 meter lebih, selokan tersebut di sekat untuk memelihara berbagai jenis ikan.

“Kalau airnya dari luberan tampungan sumur artetis, kami juga menerapkan filtrasi. Di mana ikan hias dan gurami dan ikan yang kurang tahan dengan air kurang jernih, di bagian atas, sedangkan ikan lele di saluran paling bawah,” kata Suwarti.

Baca juga: Turut Cegah Penyebaran Covid-19, Kemenag Karanganyar Imbau Warga Salat Idul Adha di Rumah

Baca juga: Percepat Pemulihan Pandemi, Operator dan Awak Mobil Tangki Pertamina di Semarang Jalani Vaksinasi

Ia menambahkan, kelompok ibu-ibu di RT 02 terus melakukan edukasi mengenai ketahanan pangan dengan cara memelihara ikan.

“Yang mau belajar silahkan datang ke sini, kami juga berharap hal positif ini bisa ditiru kelompok ibu-ibu yang lain,” tambahnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved