Breaking News:

Berita Semarang

Siswa SMAN 3 Semarang Sudah Divaksin, Keburu Kangen Belajar di Sekolah

Siswa SMAN 3 Semarang antusias menjadi peserta vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun, Senin (19/7/2021).

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Mamdukh Adi Priyanto
Seorang siswa SMAN 3 Semarang menjalani vaksinasi covid. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Siswa SMAN 3 Semarang antusias menjadi peserta vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun, Senin (19/7/2021).

Semua siswa SMAN 3 Semarang ditargetkan untuk mendapatkan vaksin covid. Mereka berharap, dengan adanya vaksinasi terhadap anak, maka sekolah tatap muka bisa segera berlangsung.

Misalnya yang disampaikan seorang siswi, Salsabila Efananda, yang ikut serta dalam program vaksinasi ini. Salsabila pembelajaran tatap muka bisa segera dimulai.

"Senang sudah divaksin. Dan semoga setelah divaksin, belajar di sekolah nanti dapat kembali tatap muka," kata Salsabila.

Setidaknya, kata dia, proses belajar mengajar secara virtual kurang lebih selama satu setengah tahun yang menjenuhkan akan segera berakhir.

Ia menuturkan merasa lega setelah mendapat vaksin. Menurutnya, vaksin dapat meningkatkan imun tubuh sehingga terlindungi dari virus corona.

Kepala SMAN 3 Semarang, Wiharto menuturkan, berbagai upaya dilakukan agar siswa aman dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah.

Semisal uji coba atau simulasi untuk memastikan peserta didik menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin di lingkungan sekolah. Pun bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang tidak boleh lalai terkait prokes.

Evaluasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng juga telah dilakukan terkait prosedur, aturan, dan kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah untuk menunjang prokes.

"Potensi penularan saat pembelajaran tatap muka terbatas bisa dikurangi jika peserta didik sudah mendapatkan giliran divaksin Covid-19," tandasnya.

Wakil Kepala SMAN 3 Semarang, Arief Setyayoga menjelaskan, terdapat 1.200 siswa SMAN 3 yang dijadwalkan untuk mendapatkan suntik vaksin. Namun beberapa siswa berhalangan hadir dengan alasan kesehatan.

"Targetnya semua siswa divaksin, kemarin kelas 12 sudah divaksin bekerjasama dengan Kampus Udinus. Kini kelas 10 dan 11 divaksin bekerjasama dengan Puskesmas Poncol dan Dinas Kesehatan Kota Semarang," terangnya.

Siswa kelas 10 dan 11 yang divaksin seharusnya sebanyak 800 siswa. Tetapi, beberapa izin karena sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) dan sakit.

Arief menambahkan, vaksinasi bagi siswa kelas 10 dan 11 dilakukan dalam waktu sehari seusai dengan protokol kesehatan. Siswa yang mendapat undangan vaksin dari sekolah antre di tenda yang disediakan.

"Meski hari ini terjadwal 800 siswa namun tidak sampai berkerumun. Kami sudah siapkan tenda dan kursi serta petugas. Sehingga siswa tidak sampai bergerombol," ucapnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved