Breaking News:

Berita Sragen

UPDATE :10 Anggota Pesilat yang Terlibat Konvoi di Sragen Masih Dibawah Umur, Ini Kata Kapolres

Sepuluh anggota perguruan silat di Kabupaten Sragen yang terlibat konvoi Sabtu (10/7/2021) lalu ditetapkan menjadi tersangka.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi usai melakukan press release di Mapolres Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sepuluh anggota perguruan silat di Kabupaten Sragen yang terlibat konvoi Sabtu (10/7/2021) lalu ditetapkan menjadi tersangka.

Dari sepuluh anggota ini seluruhnya merupakan anak baru gede (ABG) atau masih dibawah umur, sehingga proses kasus ini akhirnya dilaksanakan secara Diversi.

Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, hal ini tertuang dalam pasal 1 ayat (6) UU SPPA.

"Jadi kita telah menetapkan tersangka sebanyak 10 orang dan kebetulan semuanya ini adalah anak-anak yang usianya di bawah umur."

"Sehingga kembali lagi nanti penyelesaian akan dilaksanakan secara diversi, ini sesuai dengan undang-undang yang mengamanatkan demikian," kata Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi.

Proses hukum Diversi ini nanti akan dilakukan Bapas, Bapas akan merekomendasikan Diversi bisa di kejaksaan ataupun di kepolisian.

Konvoi Spontan

Dari hasil penyelidikan, Kapolres mengatakan konvoi itu tidak dikomandoi atasan dari perguruan silat tersebut melainkan dilakukan secara spontan dari anak-anak.

Oleh karena itu, Ardi sapaan akrabnya itu memohon bantuan kepada para ketua ranting ataupun para yang dituakan di masing-masing perguruan silat untuk sama-sama menjaga dan mengendalikan anak asuhnya.

Ardi mengatakan anak-anak ini masih perlu membutuhkan bimbingan dan arahan serta pengendalian dan pengawasan. Sehingga jangan dilepas tanpa pengarahan.

"Jangan mereka kemudian dilepas begitu saja tanpa ada pengawasan sehingga berpotensi membahayakan baik diri mereka sendiri maupun orang lain," lanjut Kapolres.

Kasus ini dan himbauan ini, dikatakan Kapolres juga berlaku untuk perguruan silat lain.

Dirinya kembali mengingatkan dalam kondisi pandemi saat ini dilarang untuk mengadakan kegiatan dalam bentuk apapun baik itu pengesahan, kegiatan sarasehan.

Kapolres juga meminta kerjasama maksimal untuk menghadapi Pandemi. Dirinya meminta agar tidak membuang-buang energi untuk hal yang tidak penting.

"Janganlah membuang-buang energi dengan hal-hal yang seperti demikian, masih banyak energi kita dibutuhkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Mari bekerjasama memerangi Pandemi Covid-19," tandasnya. (uti)

Baca juga: Hari Ini, Senin 19 Juli 2021: Daftar Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Baca juga: Sejarah saat Presiden Soekarno Menangis, Harus Tandatangani Surat Hukuman Mati untuk Sahabatnya

Baca juga: Jenazah Warga Magetan Ditemukan Sudah Membusuk di Kantornya, Warga Curiga Lampu Sudah 3 Hari Padam

Baca juga: Media Asal Amerika Ini Sebut Indonesia Jadi Episentrum Covid-19 Dunia

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved