Breaking News:

Berita Sragen

Vaksin di Desa Jenar Sragen Masih Rendah

Yuni sapaan akrabnya itu melanjutkan Kabupaten Sragen mendapatkan vaksin secara berkala sekitar enam ribu vaksin.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
(Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Ilustrasi: Vaksinasi. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Menanggapi kecilnya capaian vaksinasi di Desa Jenar, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan capaian tersebut tergantung keaktifan kepala desa.

Yuni sapaan akrabnya itu melanjutkan Kabupaten Sragen mendapatkan vaksin secara berkala sekitar enam ribu vaksin, langsung dibagikan ke setiap puskesmas.

"Sragen itu kalau misalnya dapat vaksin enam ribu nanti kita bagi di setiap Puskesmas itu hanya 200 failed dibagi per desa paling 30-50,"

"Tergantung keaktifan kepala desa juga kalau tidak aktif ya tentu tidak mungkin tercapai," kata Bupati ditemui usai rapat evaluasi, Senin (19/7/2021).

Capaian vaksinasi di Desa Jenar sendiri dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi oleh Polres Sragen setelah kasus pemasangan baliho berisi makian hingga perizinan hajatan di Jenar.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan dari kurang lebih 3 ribu penduduk Jenar, hanya sekitar 23 orang yang sudah vaksin. Sebanyak 13 di antaranya hanya melaksanakan vaksinasi tahap pertama.

Cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sragen sendiri Yuni mengatakan belum sampai 50 persen dari target vaksinasi di lansia dan pra lansia.

Sedangkan angka kematian pasien positif Covid-19 di usia lansia maupun pra lansia tinggi. Oleh karenanya Yuni meminta Polres Sragen dan Kodim Sragen untuk membantu percepatan Vaksinasi ke lansia dan pra lansia.

"Cakupan vaksin itu kalau untuk lansia dan pra lansia belum mencapai 50 persen, angka kematian tinggi di usia sekitaran itu."

"Makanya tadi saya minta Kapolres dan Dandim yang juga punya vaksin untuk sasarannya sama, supaya cakupannya bisa tambah," katanya.

Selain masalah cakupan vaksin, hasil rapat evaluasi bersama Gubernur Jawa Tengah melalui zoom meeting Yuni mengatakan masih membahas ketersediaan Oksigen.

Dia mengatakan ketersediaan oksigen di Jawa Tengah masih tetap defisit, sehingga jika terjadi terlambat pengiriman dan tidak sesuai dengan kuota pasti akan terus dialami.

"Semua daerah minta stok oksigen, jangan sampai ada pasien meninggal dunia karena pasokan oksigen yang tidak stabil," tandasnya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved