Breaking News:

Berita Semarang

Dinamika Moderasi Beragama di Media Sosial Semarang, Solo, dan Jogja, Ini Kata Peneliti dari Unika

Ruang media sosial menjadi wadah kehidupan sehari-hari, termasuk persoalan keagamaan. Bagaimana pandangan umat kristiani mengenai moderasi beragama.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Unika Soegijapranata
Tangkapan layar Andreas Pandiangan, peneliti moderasi beragama umat Kristiani melalui media sosial yang dilakukan pada tiga wilayah: Semarang Raya, Solo Raya dan DIY. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pusat Studi Urban (PSU) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata mengadakan workshop penulisan karya ilmiah yang memunculkan naskah publikasi "Membangun Kota Inklusif, Sebuah Antologi" baru-baru ini.

Workshop ini kemudian menjadi latar belakang dari kolokium Metodologi Ilmu-Ilmu dalam Memotret Perubahan Sosial Kontemporer.

Ketua PSU Unika Soegijapranata, Dr Y Trihoni Nalesti Dewi, menuturkan masyarakat dan perubahannya adalah sesuatu yang dinamis.

"Pada saat merancang kegiatan ini, kami meyakini bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara penelitian, ilmu dan kebenaran," kata Trihoni melalui keterangan tertulis, Selasa (20/7/2021).

Ia melanjutkan, satu penelitian akan menghasilkan ilmu, dan ilmu akan menghasilkan kebenaran. Kemudian, antara penelitian dan ilmu adalah sama-sama proses yang hasilnya adalah kebenaran.

Baca juga: Tujuh Pemuda di Solo Pesta Miras, Minum Ciu seusai Kerja Bakti Potong Hewan Kurban, Polisi Bertindak

Baca juga: Inilah Sosok Polina Bule Cantik Istri Diego Afisyah Pemain Sinetron Ikatan Cinta

Baca juga: Dikta Heran Bisa Jadi Vokalis, Blak-blakan Ngaku Tak Tahu Yovie & Nuno Saat Audisi

Sehingga, kata dia, dapat dipahami bahwa pangkal kebenaran adalah penelitian.

"Forum ini selain memperkaya wawasan peneliti maupun observer, juga merupakan pengujian terhadap penelitian yang sudah dilakukan," jelasnya.

Dengan begitu, penelitian yang sudah dilakukan bisa dievaluasi apakah sudah cukup dilakukan secara sistematis, dilakukan secara terkendali, konsep yang tercakup apakah terhubung secara operasional dalam dunia nyata.

Kemudian, apakah mengandung sifat kritis dengan tolok ukur (kriteria) yang dipakai untuk menentukan sesuatu dapat diterima. Misalnya, tolok ukur dalam menentukan hipotesis, besarnya sampel, memilih metode pengumpulan data, memilih alat analisis, dan sebagainya.

Forum ini menyajikan 12 paper, yang dibagi dalam 4 sesi. Satu paper yang dipaparkan yakni terkait moderasi beragama umat Kristiani melalui media sosial.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved