Breaking News:

Penanganan Corona

Kapan Pasien Covid-19 Tak Lagi Menularkan Virus Setelah Isoman? Kata dr Reisa, Ini Patokannya

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menjelaskan, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bersifat self-limiting disease

Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Satgas Jogo Tonggo Kelurahan Karangsari Kecamatan Kota Kendal bersama Baznas memberikan suplay makanan kepada warga Karangsari yang melakukan isolasi mandiri beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM - Setelah seseorang terinfeksi atau positif Covid-19 dan menjalani pengobatan atu melakukan isolasi mandiri (Isoman), pertanyaan besarnya adalah, kapan ia dinyatakan sembuh?

Dan, kapan virus di dalam tubuhnya sudah tidak bisa menularkan lagi?

Seseorang dapat menjalani isolasi mandiri jika terkonfirmasi positif Covid-19 namun tak bergejala atau hanya bergejala ringan.

Namun, mereka yang melakukan isoman terkadang masih bertanya-tanya, kapan tubuh mereka dikatakan aman dan tidak lagi berpotensi menularkan virus pada orang lain? 

Menjawab pertanyaan tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menjelaskan, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bersifat self-limiting disease.

Artinya, penyakit ini sebetulnya dapat sembuh sendiri setelah periode infeksi selesai. 

Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi ini memang bisa berlangsung lama.

Beberapa penyintas bahkan mengalami long covid atau gejala yang berkepanjangan hingga tiga bulan.

Namun, periode penularan sebetulnya tak sepanjang itu. 

"Biasanya berlangsung 10-14 hari. Makanya kalau ada orang yang terinfeksi SARS CoV-2 ini dan mendapatkan hasil positif, diputuskan oleh dokter melakukan isolasi mandiri." 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved