Breaking News:

Kematian Covid-19 di India Diduga Capai 4,7 Juta Orang

Studi menganalisis data dari awal pandemi covid-19 hingga Juni tahun ini di India menunjukkan antara 3,4 juta hingga 4,7 juta orang meninggal.

Editor: Vito
BIJU BORO / AFP
Staf ambulans beristirahat di bangku setelah bertugas menangani jenazah covid-19 di sebuah krematorium di Guwahati, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, NEW YORK - Jumlah kematian akibat virus corona di India disebut mencapai 10 kali lebih banyak dari hampir 415.000 kematian yang dilaporkan oleh pihak berwenang.

Data itu diungkap dalam sebuah studi Center for Global Development, sebuah kelompok riset asal Amerika Serikat (AS), pada Selasa (20/7).

Angka tersebut kemungkinan menjadikan wabah covid-19 di India sebagai bencana kemanusiaan terburuk sejak kemerdekaan negara itu.

Studi mereka menganalisis data dari awal pandemi covid-19 hingga Juni tahun ini, menunjukkan antara 3,4 juta hingga 4,7 juta orang meninggal akibat virus corona.

"Kematian yang sebenarnya mungkin dalam beberapa juta, bukan ratusan ribu, membuatnya bisa dibilang sebagai tragedi kemanusiaan terburuk di India sejak partisi dan kemerdekaan," kata para peneliti, dikutip dari AFP.

Jumlah kematian resmi yang diumumkan India adalah 414.000 lebih, tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat mencapai 609.000 kasus, dan Brasil sebanyak 542.000 kasus.

Namun, para ahli selama berbulan-bulan meragukan laporan pemerintah itu, dengan menunjuk titik kesalahan di layanan kesehatan yang kewalahan, bukan kesalahan informasi yang disengaja.

Beberapa negara bagian India sebelumnya telah merevisi jumlah korban virus corona dalam beberapa pekan terakhir, menambahkan ribuan kematian tak tercatat.

Para penulis riset, termasuk Arvind Subramanian, mantan kepala penasihat ekonomi pemerintah, melakukan itu sebagian dengan menganalisis pendaftaran kematian di beberapa negara bagian, serta studi ekonomi nasional yang berulang.

Para peneliti, yang juga termasuk pakar Universitas Harvard, mengakui bahwa memperkirakan kematian dengan statistik itu sulit.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved