Berita Semarang
Menengok Aktifitas Bengkel Kepala Kampung Bustaman Kota Semarang Saat Hari Raya Qurban
Selain terkenal dengan kampung jagal, Kampung Busataman Kota Semarang juga terkenal dengan bengkel kepala
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selain terkenal dengan kampung jagal, Kampung Busataman Kota Semarang juga terkenal dengan bengkel kepala.
Tempat sejumlah orang mempercayakan kepala hewan qurban untuk dibersihkan, dan dipotong menjadi beberapa bagian untuk siap dimasak.
Di bengkel kepala Kampung Bustaman, sejumlah ibu-ibu nampak telaten membersihkan kepala hewan qurban.
Mereka tak menggunakan api untuk membersihkan bulu yang ada di kepala hewan qurban.
Air panas dan pisau menjadi senjata para ibu-ibu untuk membersihkan bulu pada kepala hewan qurban.
Dalam hitungan menit, kepala hewan qurban pun bersih dari bulu dan siap dipotong menjadi beberapa bagian.
Semakin siang, ibu-ibu tersebut semakin sibuk lantaran banyaknya kepala hewan qurban yang datang untuk dibersihkan.
Tak hanya belasan, bahkan puluhan kepala hewan qurban ditangani sejumlah ibu-ibu di Kampung Busataman.
Diterangkan Sri Purwanti (39) satu di antara warga Kampung Busataman, bengkel kepala Kampung Bustaman sangat ramai saat Hari Raya Qurban.
“Kalau dibandingkan hari biasa jelas ramai saat Hari Raya Qurban. Belum ada pukul 12.00 WIB saja sudah lima belas kepala saya tangani,” tuturnya sembari sibuk membersihkan kepala hewan qurban, Selasa (20/7/2021).
Dilanjutkan Sri, jasa untuk membersihkan kepala kambing dipatok Rp 50 ribu, dan untuk sapi Rp 300 ribu.
“Harga segitu untuk membersihkan kepala dan empat kaki. Selain itu, kami juga memotong kepala menjadi beberapa bagian, jadi kepala hewan qurban yang dibawa ke sini tinggal dimasak saat dibawa pulang,” tuturnya.
Sri mengatakan, jika di tempat lain membersihkan bulu kepala hewan qurban menggunakan api, di bengkel kepala Kampung Bustaman berbeda.
“Kami hanya memakai air panas, kalau bulunya dibakar, nanti saat dimasak ada rasa gosongnya. Beda dengan menggunakan air panas, rasanya lebih gurih tidak ada gosongnya,” jelasnya.
Terpisah Khomariah (56) warga Kampung Bustaman lainnya, menambahkan, bengkel kepala Kampung Bustaman sudah ada sejak ia kecil.
“Sudah turun-temurun adanya, memang kalau Hari Raya Qurban selalu ramai. Warga tak jarang bisa dapat Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu, bahkan tak jarang lembur sampai pukul 01.00 WIB,” tambahnya.