Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo Pun Sudah Terpapar Covid-19

Atlet voli pantai putra Ceko untuk Olimpiade Tokyo terpapar covid-19. Atlet Uganda, Israel, Turki, dan Serbia juga positif terinfeksi virus corona

Editor: Vito
Kompas.com/Istimewa
ilustrasi - Olimpiade Tokyo (AFP PHOTO/PHILIP FONG) 

TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Komite Olimpiade Ceko mengumumkan bahwa perwakilan Ceko untuk Olimpiade Tokyo dari voli pantai putra yang tinggal di Desa Olimpiade di Chuo-ku, Tokyo terpapar virus corona.

Atlet voli pantai Onjay Persic dinyatakan positif covid-19 di Desa Olimpiade pada Minggu (18/7). "Benar memang ada yang terinfeksi corona di Desa Olimpiade dan telah dikonfirmasi," ungkap Menteri Olimpiade, Tamayo Marukawa, Selasa (20/7).

Pasangan pemain Persic itu berbeda dengan pasangan pemain Jepang Yusuke Ishijima dan Katsuhiro Shiratori di kualifikasi liga, dan pertandingan pertama dijadwalkan pada 26 Juli

Ini adalah negara kedua yang tinggal di Desa Olimpiade Olimpiade Tokyo, dan pemain ketiga yang positif terinfeksi virus corona, setelah dua pemain sepakbola pria Afrika Selatan.

Sebelumnya atlet Uganda, Israel, Turki, dan Serbia juga positif terinfeksi virus corona.

Adapun, seluruh tim atletik Australia untuk Olimpiade Tokyo telah dikarantina di kamar mereka pada Sabtu di kamp pelatihan pra-pertandingan di Cairns, menyusul kekhawatiran terpapar covid-19.

Tes yang tidak meyakinkan telah dikembalikan oleh seorang pejabat, tetapi hasil tes berikutnya semuanya negatif, demikian konfirmasi Komite Olimpiade Australia (AOC) pada Minggu (18/7).

Sejak saat itu, para atlet telah diizinkan untuk bertanding dalam acara pemanasan atau latihan.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo mengatakan, ada dua atlet yang berasal dari tim negara dan cabang olahraga yang sama dengan offisial yang dinyatakan positif pada Sabtu (17/8). Anggota dari tim lain pun diisolasi di kamar mereka.

Pasangan itu adalah atlet pertama yang dites positif di perkampungan atlet, meskipun atlet selanjutnya juga dinyatakan positif pada Minggu (18/7), di tempat lain.

Secara total, penyelenggara pada Minggu melaporkan ada 10 kasus baru terkait dengan ajang Olimpiade, termasuk dari kalangan media, kontraktor, dan personel lain.

Tingkat kasus infeksi covid-19 telah meningkat di Tokyo, melampaui 1.000 kasus baru selama empat hari berturut-turut.

Hasil jajak pendapat memperlihatkan banyak warga Jepang menentang penyelenggaraan Olimpiade dengan masuknya para pengunjung luar negeri yang menyertainya.

Juru bicara Olimpiade Tokyo 2020, Masa Takaya mengatakan, tiga kasus berasal dari negara dan cabang olahraga yang sama.

"Mereka diisolasi di kamar mereka, dan panitia Olimpiade Tokyo 2020 mengantarkan makanan kepada mereka," ungkapnya.

Dia menambahkan, anggota tim lain yang belum diidentifikasi juga telah mengikuti tes. Berbicara pada Sabtu (17/7), Ketua Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto memastikan, pihaknya sudah mengantisipasi apabila dalam penyelenggaraan pesta olahraga ini terjadi ledakan kasus positif covid-19.

"Rombongan atlet yang tiba di Jepang mungkin sangat khawatir. Saya memahami itu. Kami melakukan segalanya untuk mencegah wabah covid," paparnya. (Tribunnews/BBCIndonesia.com)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved