Breaking News:

Berita Semarang

Bandara Jenderal Ahmad Yani Berlakukan Perpanjangan Pengetatan Penumpang Pesawat

Bandara Jenderal Ahmad Yani berlakukan perpanjangan pengetatan perjalanan penumpang pesawat.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/ Dhian Adi Putranto
Ilustrasi. General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto melakukan penyemprotan bangku di ruang tunggu bandara. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bandara Jenderal Ahmad Yani berlakukan perpanjangan pengetatan perjalanan penumpang pesawat dari maupun menuju Jawa Bali.

Dilanjutkannya pengetatan perjalanan penumpang pesawat diberlakukan setelah adanya PPKM Darurat yang diperpanjang.

Pengetatan perjalanan penumpang pesawat dilanjutkan sampai dengan tanggal 25 Juli 2021 sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. 53 Tahun 2021.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto mengatakan Selama masa PPKM Darurat Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang tetap beroperasi dan melayani para penumpang yang hendak melakukan perjalanan dengan melampirkan dokumen persyaratan perjalanan sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Namun selama pelaksanaan PPKM Darurat jumlah penumpang pesawat anjlok jika dibandingkan bulan lalu.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan Juni 2021 yang dihitung dari tanggal 5 sampai   20 jumlah penumpang sebanyak 61.399 orang, terdiri dari penumpang datang  27.781 orang dan penumpang berangkat  33.618 orang sedangkan total jumlah total jumlah pergerakan pesawat sebanyak 661. 

"Namun pada periode masa PPKM yaitu tanggal 5 sampai 20 Juli 2021 jumlah penumpang hangam sebanyak 6.437 orang, terdiri dari penumpang datang sebanyak 2.605 orang dan penumpang berangkat sebanyak 3.806 orang, untuk total jumlah pergerakan pesawat sebanyak 168. Sehingga secara prosentase terjadi penurunan penumpang sebanyak 89,5 persen," tuturnya, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya, adanya penurunan pergerakan pesawat dan penumpang  menandakan adanya kesadaran masyarakat untuk menunda perjalanan. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan penerapan kebijakan PPKM.

"Ini menandakan adanya kesadaran masyarakat untuk menunda perjalanan sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan penerapan kebijakan PPKM," ujarnya.

Ia mengatakan adapun  penambahan syarat yang diberlakukan saat  PPKM Darurat yaitu  perjalanan Orang/Penumpang dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal dengan menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). 

Selain itu  surat keterangan  yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat atau Surat Perintah Tugas dari Pimpinan Instansi setingkat Eselon II.

"Pelaku perjalanan orang atau enumpang dengan keperluan mendesak, yaitu pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga, kepentingan persalinan  didampingi maksimal 2 orang, dan pengantar jenazah non COVID-19 jumlah maksimal 5  orang dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari Rumah Sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, surat keterangan kematian," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved