Breaking News:

Berita Sragen

Bupati Sragen Izinkan Warung Buka Sampai Jam 9 Malam, Pengunjung Boleh Makan Paling Lama 30 Menit

Pemkab Sragen membolehkan pembeli makan ditempat, namun dengan durasi waktu hanya 30 menit.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ditemui usai rapat koordinasi di Command Center Sragen, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa-Bali khususnya di Kabupaten Sragen masih sama dengan peraturan PPKM Darurat.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan hanya ada beberapa poin yang berubah, seperti jam operasional pasar tradisional hingga pukul 20.00 WIB.

Selain itu warung makan bisa buka hingga pukul 21.00 WIB.

Pembeli juga diperbolehkan makan ditempat, namun dengan durasi waktu hanya 30 menit.

"PPKM Level 4 ini sama intinya sama dengan PPKM Darurat. Ada beberapa poin saja yang berubah seperti pasar tradisional bisa buka sampai 20.00 WIB, warung hek, warung makan dan sebagainya bisa buka sampai 21.00 WIB."

"Bisa makan ditempat dengan durasi 30 menit tapi lebih ditekankan pada take away. Pemberlakuan secara umum sama seperti PPKM Darurat," terang Bupati usai rapat koordinasi dengan Mendagri.

Yuni melanjutkan akan diberi kelonggaran apabila nanti pada 26 Juli hasil dari perpanjangan baru bisa ditetapkan kelonggaran.

Bupati mengatakan saat ini Sragen berada di level 3, namun diberlakukan sama seperti level 4 yang notabenenya sama seperti PPKM Darurat. Agar tidak terjadi lonjakan kasus apabila peraturan dilonggarkan.

Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan tidak ada perubahan peraturan seperti penyekatan di PPKM level 4 ini, pihaknya akan bertindak sama di lapangan.

Dalam hal ini, Kapolres berharap peran serta masyarakat untuk menghadapi Pandemi Covid-19 betul-betul dibutuhkan. Jika masyarakat merasa terpapar agar melakukan disiplin isolasi mandiri.

"Jika masyarakat disiplin kami tidak perlu melakukan pembatasan secara umum, karena kesadaran masyarakat kurang bagaimana memantaunya? makanya dilakukan pembatasan-pembatasan."

"Selama kedisiplinan masyarakat belum bisa diperbaiki saya kira pembatasan ini perlu dilakukan demi menghambat persebaran Covid-19," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved