Breaking News:

Berita Brebes

Inilah Sosok Irfan Brebes Ditangkap Polisi Gara-gara Provokasi Penolakan PPKM Darurat di Alun-alun

Seorang pria asal Brebes harus berurusan  hukum  karena menjadi provokator penolakan PPKM Darurat di alun-alun.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: galih permadi
Dokumentasi Polda Jateng
Pemilik akun facebook Pitung Art, Muhammad Irfan warga Losari Brebes berurusan hukum karena memosting seruan di Grup facebook Losari Dalam Berita ajakan penolakan PPKM di alun-alun Brebes 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang pria asal Brebes harus berurusan  hukum  karena menjadi provokator penolakan PPKM Darurat di alun-alun.

Pria tersebut diketahui bernama Muhammad Irfan warga Losari Brebes yang saat ini telah ditangkap oleh Polres setempat.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Al-Qudusy  menuturkan kejadian berawal pada hari Minggu (18/7/201), petugas sedang berpatroli di Pos Penyekatan Simpang 3 exit tol Brebes Barat  mendapati dua orang Novaldi dan Rijal Amrullah  akan menghadiri seruan Brebes bergerak aksi tolak PPKM di Alun – alun Brebes.

Kedua orang yang merupakan saksi pada perkara tersebut  mendatangi seruan itu setelah melihat postingan di Grup facebook Losari Dalam Berita.

"Ajakan provokasi tersebut  diposting oleh akun facebook Pitung Art yang merupakan milik tersangka," ujar dia, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya,  setelah adanya laporan selanjutnya mencari informasi keberadaan tersangka. Setelah mendapat informasi petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka.

"Dari tangan tersangka kepolisian menyita barang bukti berupa empat ponsel milik tersangka," ujarnya.

Iqbal menuturkan tersangka dijerat pasal 93 Jo Pasal 9 UU RI No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Tersangka juga dijerat  Pasal 14 UU RI No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah penyakit menular," tuturnya.

Ia menambahkan selain kasus yang menjerat Muhammad Irfan, Ditreskrimsus Polda Jateng juga telah mendapati tiga akun facebook yang berisikan berita bohong dan ujaran kebencian terkait PPKM Darurat dari hasi operasi siber. 

Selain itu penyidik juga mendapati 11 link tik tok yang menyebarkan ujaran kebencian  dan provokatif.

"Penyidik melakukan take down terhadap sejumlah kasus tersebut," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved