Breaking News:

OPINI

OPINI Hadi Susiono Panduk : Hakikat Pengorbanan

RUMUS Allah dan rumus manusia tidak sama. Memang! Allah adalah Sang Pencipta (Khalik). Sedangkan manusia

Editor: Catur waskito Edy
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Idul Adha 2020. 

Oleh Hadi Susiono Panduk

Alumni Ponpes Sabilillah dan Undip Semarang

RUMUS Allah dan rumus manusia tidak sama. Memang! Allah adalah Sang Pencipta (Khalik). Sedangkan manusia—begitu juga benda lainnya—adalah yang dicipta (Makhluk). Ketidaksamaan juga terjadi pada hal mencinta. Ketika Allah cinta dan sayang kepada hamba-Nya, maka tak segan-segan Allah memberikan ujian, cobaan, dan musibah.

Kontras, jika manusia cinta dan sayang kepada manusia lain, maka pujian, sanjungan, dan tepuk tangan akan deras mengalir.

Cobaan Allah kepada hamba-Nya, terdapat misalnya pada Surat Al-Baqarah Ayat 155, di mana Allah akan mencoba dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Tetapi, pasti disertai bonus kabar gembira dari Allah setelahnya.

Manusia sekelas nabi pun tidak luput dari ujian. Adalah Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS), siang malam selama ratusan tahun berdoa kepada Allah agar dikaruniai seorang anak saleh. Pada akhirnya, doa pun dikabulkan dengan terlahirnya Ismail AS. Beliau tumbuh begitu cerdas, saleh dan penuh keakraban dengan ayahanda serta ibunda, Siti Hajar.

Hingga ujian ekstrim itu pun diterima—menyembelih putra kesayangan, Ismail AS. ‘’Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu.” Perasaan berkecamuk dan gamang pun datang, antara melakukan perintah dan takut kehilangan sang putra tercinta. Di sinilah keimanan Nabi Ibrahim teruji dan disambut dengan ketaatan Ismail AS.

"Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,". Potret perintah Allah ini dapat kita temui ketika berselancar dalam Kitab Allah Surat Ash-Shaffat ayat 102-105.

Banyak pelajaran yang hendak Allah sampaikan kepada umat manusia dalam peristiwa penyembelihan Nabi Ismail ini, bahwa sesungguhnya ketakwaan dan ketaatan serta kepasrahan Nabi Ibrahim pasti akan diuji, di sisi lain, kesabaran dan kesalehan Nabi Ismail juga akan mendapatkan kabar gembira.

Apa kabar gembira terhadap keduanya? Digantinya Nabi Ismail dengan seekor sembelihan yang besar (QS. Ash-Ash-Shaffat: 107). Berlaku rumus yakni bahwa Allah tidak akan mengingkari janji-Nya (QS. Ali Imron: 9). Janji Allah tentang kabar gembira setelah ujian, cobaan, dan musibah yang menimpa manusia termasuk kepada sang Kholilullah tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved