Breaking News:

PPKM Darurat

Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal Menurun Setelah Dua Minggu PPKM Darurat

Jumlah kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal menunjukkan penurunan pasca dua minggu diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Humas Pemkab Tegal
Foto infografis akumulasi dan penambahan kasus harian Covid-19 di Kabupaten Tegal selama 17 hari pelaksanaan PPKM darurat. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Jumlah kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal menunjukkan penurunan pasca dua minggu diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. 

Informasi ini disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (21/7/2021). 

Sarmanah mengatakan, dari data perkembangan kasus Covid-19 Kabupaten Tegal selama 14 hari sejak diberlakukannya PPKM darurat, Sabtu (3/7/2021) lalu, rata-rata penambahan kasus hariannya 108 hingga 109 orang per hari.

“Selama dua pekan pasca penetapan PPKM darurat, rata-rata penambahannya mencapai 109 kasus baru per hari. Tapi di hari ke-15 terlihat ada penurunan menjadi 71 kasus, lalu di hari ke-16 ada 64 kasus, dan hari ke-17 ada 72 kasus,” ungkap Sarmanah. 

Jika trend penurunan kasus baru ini terus berlanjut, maka pola PPKM darurat yang ada saat ini bisa dinilai efektif menekan penambahan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Meski demikian, lanjut Sarmanah, angka tersebut masih fluktuatif dan bisa kembali meningkat jika kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan dan aturan PPKM darurat menurun.

“Selain ketidakdisiplinan menerapkan protokol kesehatan dan PPKM darurat, hal lain yang dapat meningkatkan penambahan jumlah kasus baru adalah infeksi Covid-19 dari varian delta. Varian ini lebih mudah menular dan sangat cepat sekali penularannya dengan disertai gejala sakit dan risiko kematian yang lebih tinggi dari virus orisinalnya yang ditemukan di Wuhan, China,” jelasnya. 

Menurutnya, pangkal transmisi atau penularan Covid-19 hanya terjadi saat adanya interaksi atau perjumpaan fisik antar orang. 

Oleh sebab itu, Pemerintah terus berupaya menekan potensi terjadinya interaksi fisik ini dengan meniadakan aktivitas atau kegiatan yang bisa ditunda lain waktu, atau terdapat alternatif lain yang bisa dikerjakan dari rumah seperti beribadah, sekolah, dan bekerja.

Untuk itu, dirinya pun mengimbau agar masyarakat bisa bersabar, menahan diri untuk tidak ke luar rumah sementara waktu ini jika memang tidak penting sekali dan mengikuti program vaksinasi.

“Penurunan jumlah kasus di tengah mewabahnya varian delta ini harus terus dipertahankan sampai batas aman, sampai seluruh penduduk divaksin, sampai memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas yang tidak perlu menjadi perilaku keseharian kehidupan normal baru kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Sarmana mengungkapkan jika akumulasi jumlah penambahan kasus baru yang terjadi selama 17 hari pelaksanaan PPKM darurat di Kabupaten Tegal ini mencapai 1.730 dengan kasus kematian 114 orang atau 6,5 persen. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved