Breaking News:

Penanganan Corona

PPKM Darurat Berubah Jadi Swalevel: Semarang Masuk Level 4, Angka Kematian Masih Tinggi

Pemberlakukan Pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang sempat berjalan 3 - 20 Juli kini berubah menjadi PPKM Swalevel

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemberlakukan Pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang sempat berjalan 3 - 20 Juli kini berubah menjadi PPKM Swalevel. Kota Semarang masuk kategori level 4.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, hasil evaluasi PPKM darurat Kota Semarang jauh lebih baik.

Penderita Covid-19 pada 3 Juli lalu sebanyak 2.349 orang.

Jumlah tersebut kian menurun seiring diberlakukannya pembatasan.

Terbaru hingga Rabu (21/7/2021) pukul 15.30,  berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, jumlah penderita sebanyak 2.043 orang. Rinciannya, 1.397 warga Semarang dan 646 warga luar kota.

Dari sisi okupansi tempat tidur isolasi juga mengamani penurunan. Pada 4 Juli lalu, keterisian isolasi di rumah sakit mencapai 94 persen. Bahkan, keterisian ICU 96 persen.

Saat ini, keterisian isolasi di rumah sakit sudah 57 persen. Keterksian ICU masih di angka 84 persen. Namun, keterisian isolasi terpusat tinggal 24 persen.

"Saya cek ke 21 rumah sakit di Semarang. Ada tiga yang hari ini masih penuh yaitu RS Permata Medika, RS Telogorejo, dan Panti Wilasa. Lainnya, mereka sudah mulai punya cadangan kamar meski beberapa icu masih penuh. Ini sebuah kemajuan," papar Hendi, sapaannya, Rabu (21/7/2021).

Menurut Hendi, kondisi ini merupakan sebuah kemajuan dibanding tiga pekan lalu dimana antrean IGD rumah sakit penuh. Saat ini sudah tidak ada penumpukan di IGD.

Namun demikian, tingkat kematian di Kota Semarang masih tergolong tinggi. Hendi menyebutkan, tingkat kematian masih 6,2 persen. Angka tersebut masih diatas rata-rata nasional yakni 5 persen. Hal ini yang menyebabkan Kota Semarang masih masuk level 4.

"Angka kematian turun 6,2 persen dari semula 6,4 persen pada 3 Juli. Catatan pusat, angka kematian maksimal 5 persen. Ini yang menyebabkan Semarang masuk level 4," terangnya.

Hendi menyampaikan, PPKM akan tetap berjalan tanpa pelonggaran sampai 25 Juli nanti. Setelah itu, jika kasus menurun, tingkat kedisiplinan tidak menutup kemungkinan adanya pelonggaran.

Nanrinya, modifikasi aturan akan diserahkan kepada pemerintah daerah namun tetap sesuai rambu-rambu dari pemerintah pusat

"Setelah 25 Juli, apabila ada hasil kedisiplinan dan prokes baik, vaksinasi cepat, angka menurun tiap daerah dimungkinkan untuk modifikasi aturan yang selama ini dianggap masyarakat cukup tapi rambu sesuai data pemerintah pusat," jelasnya. (eyf)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved