Breaking News:

Berita Regional

Strategi Presiden Soekarno Hadapi Perwira TNI Demo Arahkan Meriam dan Tank ke Istana Negara

Abdul Haris Nasution dan Presiden Soekarno pernah terlibat perselisihan hebat terkait dengan posisi ABRI dalam perpolitikan Indonesia.

Editor: galih permadi
Intisari Online
Bung Karno diapit dua jenderal Angkatan Darat, AH Nasution (kiri) dan Soeharto. Ketiganya tertawa lebar saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, tahun 1966. 

TRIBUNJATENG.COM - Abdul Haris Nasution dan Presiden Soekarno pernah terlibat perselisihan hebat terkait dengan posisi ABRI dalam perpolitikan Indonesia.

 Pada akhirnya, perselisihan tersebut sampai membuat AH Nasution sampai menggiring para perwira militer untuk berdemonstrasi.

Bahkan, AH Nasution juga membawa tank dan meriam yang dia arahkan tepat ke arah istana tempat Bung Karno berada.

Namun, sikap Bung Karno kala menghadapi situasi ini sungguh di luar dugaan, apalagi sampai membuat para demonstran luluh dalam sekejap.

Berikut ini kisahnya.

--

Bagi sebuah negara, militer tentu mempunyai fungsi sebagai garda terdepan dalam perlingungan terhadap kedaulatan.

Ketika negara mendapat ancaman dari negara lain, militer bertanggung jawab terhadap kedaulatan.

Saat Indonesia mulai berdaulat pada 17 Agustus 1945, bukan sebuah proses mudah untuk membentuk militernya sendiri.

Prosesi pembentukan Tentara Nasional Indonesia begitu panjang, melalui penggabungan beberapa gerakan, laskar, dan organisasi militer, baik buatan Belanda ataupun Jepang.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved