Breaking News:

Berita Sragen

Bupati Sragen Pastikan Pasien Covid-19 Isoman Terdata Dapat Obat dan Bantuan Jatah Hidup

Masyarakat Kabupaten Sragen yang menjalani isoman di rumah wajib diberikan obat bagi yang usianya diatas 18 tahun dan mendapatkan bantuan.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
DOKUMENTASI PRIBADI
Ilustrasi bantuan kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. 

Data ini diharapkan pasien yang menerima obat dan Jadup akan terdata dengan baik.

Yuni mengatakan pihaknya mencukupi kebutuhan mereka yang Isoman.

Pasien Isoman dikatakan Yuni harus masuk di beberapa kriteria diantaranya klaster keluarga.

"Isoman yang boleh di rumah itu kan ada kriterianya satu dia klaster keluarga. Berarti ayah, ibu, anak minimal itu harus kena, kalau dia hanya satu kepala keluarga yang kita bawa ke Technopark," kata Yuni.

Baca juga: Video Sopir Travel Rudapaksa Penumpang ABG di Tegal Ditangkap

Baca juga: Kota Tegal Berstatus PPKM Darurat Level 4, Apa Artinya?

Baca juga: Sopir Bus Pariwisata Pati Demo Bunyikan Klakson, Protes PPKM Darurat Diperpanjang

Isoman selanjutnya ialah orang dengan disabilitas yang tidak memungkinkan untuk dirawat di Technopark.

Ketiga pasien yang harus melakukan Hemodialisa secara berkala.

Selain itu anak-anak, ibu hamil serta ibu menyusui juga tidak boleh.

Yuni melanjutkan sejauh ini kasus Covid-19 di Sragen terbanyak memang berasal dari klaster keluarga. Pihaknya mencatat setidaknya ada 80 persen di Sragen masuk klaster keluarga. (*i)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved