Breaking News:

Cerita Kesulitan saat Isoman: Boro-boro Minum Vitamin, Makan Saja Utang

Warga isoman sangat membutuhkan uluran tangan karena tidak bisa bekerja, sehingga kesusahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Editor: Vito
Twitter
Wisnu Sopian, relawan yang memelopori gerakan 'Warga Bantu Warga' di Cianjur, rela mengantarkan kebutuhan pokok bagi warga Isoman 

TRIBUNJATENG.COM, CIANJUR - Fenomena warga terpapar covid-19 meninggal dunia di luar fasilitas kesehatan terus meningkat.

LaporCovid-19 melaporkan hingga Kamis (22/7) tercatat sebanyak 2.313 orang yang meninggal di luar rumah sakit saat menjalani isolasi mandiri akibat infeksi virus corona.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta, Slamet Budiarto menilai, ada sejumlah faktor yang menyebabkan banyak pasien covid-19 meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri.

Hal itu antara lain adalah kurangnya ketersediaan obat-obatan dan oksigen. "Sekarang dia mau beli obat enggak ada di apotek, oksigen apalagi. Ini jadi bencana kemanusiaan menurut saya," tukasnya.

Hal itupun seperti diungkapkan Wisnu Sopian (25), relawan yang memelopori gerakan 'Warga Bantu Warga' di Cianjur. Ia menceritakan kisah-kisah sedih warga sekitar Cianjur, Jawa Barat, yang melakukan isolasi mandiri (isoman) lantaran terpapar covid-19.

Wisnu bercerita, sejak 8 Juli lalu, ia berjalan sendirian, blusukan ke sejumlah tempat untuk memasok kebutuhan warga isoman. Beberapa kebutuhan warga yang dia bawa misalnya makanan, vitamin, suplemen, buah-buahan, susu bayi, dan popok.

Sejauh ini, Wisnu sudah mengirimkan bantuan kepada 33 warga isoman yang tersebar di sejumlah tempat, mulai dari permukiman padat penduduk hingga ke perkampungan.

Wisnu tergerak ingin membantu setelah mendengar cerita dari teman-temannya yang terpapar perihal kesulitan mereka selama menjalani isoman di rumah.

“Ini kalau warga kecil yang harus isoman bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara mereka tidak boleh ke mana-mana, tidak bisa bekerja. Jadi, saya pikir harus ada yang memulai,” katanya, kepada Kompas.com, Senin lalu.

Wisnu menuturkan, mereka sangat membutuhkan uluran tangan karena tidak bisa bekerja, sehingga kesusahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Di satu sisi, tak ada pihak yang memperhatikan, termasuk memberi bantuan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved