Breaking News:

Fenomena Warga Isoman Meninggal, Indikasi Faskes Sudah Kewalahan

fenomena kasus kematian pasien covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri yang terus meningkat dan meluas menunjukkan sejumlah indikasi.

Editor: Vito
Ist/RSI Banjarnegara
ilustrasi - petugas memakamkan jenazah Covid-19 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Fenomena warga terpapar covid-19 meninggal dunia di luar fasilitas kesehatan terus meningkat.

LaporCovid-19 melaporkan hingga Kamis (22/7/2021) tercatat sebanyak 2.313 orang yang meninggal di luar rumah sakit saat menjalani isolasi mandiri akibat infeksi virus corona.

Co-inisiator Lapor Covid-19, Ahmad Arif menyebut, fenomena kasus kematian pasien covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri yang terus meningkat dan meluas menunjukkan sejumlah indikasi.

"Kematian pasien isoman adalah indikator nyata bahwa fasilitas kesehatan sudah kewalahan. Pemerintah kan tidak mau dibilang kolaps, tapi kenyataannya fasilitas kesehatan sudah tidak mampu menampung pasien, sehingga pasien bergejala sedang sampai berat terpaksa harus isolasi mandiri," tuturnya.

"Dia (pasien covi-Red) sudah datang ke rumah sakit dan sudah mencoba cari (perawatan), tapi penuh dan tidak tahan antre akhirnya pulang dan meninggal, atau dalam perjalanan ke beberapa rumah sakit dan meninggal," jelasnya.

Indikasi kedua, Arif menuturkan, pasien-pasien itu tidak menyadari dirinya telah terpapar covid-19 atau baru dites PCR/antigen dalam situasi terlambat.

Akibatnya, mereka juga terlambat memperoleh penanganan fasilitas kesehatan, sehingga meninggal di rumah.

Situasi itupun diamini Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban. Ia menyebut, banyak pasien covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan ternyata sudah menderita pneumonia ketika difoto rontgen toraks, sehingga rentan mengalami pemburukan kesehatan jika tak dirawat.

"Puskesmas juga sudah tidak bisa merujuk, karena (rumah sakit-Red) sudah penuh. Mereka yang minta rujukan (rumah sakit-Red) ke Lapor Covid-19 rata-rata puskesmasnya sudah menyerah tidak bisa merujuk," ucapnya.

"Puskesmas sudah kewalahan juga memantau (pasien isolasi mandiri-Red), karena tenaga-tenaga puskesmas banyak juga yang positif covid-19," tambah Arif.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved