Breaking News:

Berita Solo

Istri Meninggal karena Covid-19, Suami Ancam dan Intimidasi Nakes di RSUD Ngipang Solo

Tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ngipang Solo mengalami ancaman oleh suami pasien Covid-19 yang meninggal dunia. 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ngipang Solo mengalami ancaman oleh suami pasien Covid-19 yang meninggal dunia. 

Plt Direktur RSUD Ngipang, dr Niken Yuliani Untari menyampaikan semula ada pasien covid-19 yang meninggal, harusnya dilakukan secara prokes, tapi suami menolak. 

Dia menyampaikan, tidak ada pemukulan, tapi memang ada intimidasi secara verbal. 

"Tindak lanjutnya nanti kita lihat. Pak Kapolresta tadi ke sini untuk menindaklanjuti," ucap Niken, Kamis (22/7/2021). 

Sebelumnya, beredar kabar di sebuah grup Whatsapp terkait adanya pemukulan nakes di RSUD Ngipang. 

Baca juga: Ganjar Diwaduli Para Kades di Cilacap, Kompak Keluhkan Warga Tidak Taak Prokes

Baca juga: DPC Partai Demokrat Pati Bagikan 800 Paket Daging Kurban dalam Besek Bambu, Lebih Ramah Lingkungan

Baca juga: Beli BBM Lebih Baik Berdasar Rupiah atau Liter? Simak Dulu Penjelasan Ini

"Kemudian suami si ibu yang menolak ke sini lagi. Karena tadi kan kami sudah mengantar jenazah ke rumah duka tetap menggunakan prokes," jelasnya. 

Menurutnya, bila pasien sudah keluar dari rumah sakit sudah bukan tanggungjawab pihaknya lagi. 

"Kami sudah koordinasi dengan wilayah (kediaman-Red), tetapi mungkin dari wilayah karena melakukan penolakan setelah prokes tidak diproses. Makanya suaminya ke sini minta prokes," ungkapnya. 

Sebagai informasi, pasien yang meninggal itu sudah dirawat sejak 4 hari lalu dan merupakan kelahiran 1983. 

"Suami menolak mungkin emosi ya kehilangan istri. Yang diancam dua dokter spesialis, satu perawat, dan satu bidan," tandasnya. (*) 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved