Breaking News:

Berita Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka Belum Aman, Bisakah Anak Tumbuh dan Berkembang dari Lingkungan Keluarga?

Pembelajaran tatap muka (PTM) dinilai belum aman dilaksanakan seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di dalam negeri.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
tangkapan layar webinar
tangkapan layar Dokter spesialis anak, Lidya Diah Wulandari, saat memberikan penjelasan pada webinar 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembelajaran tatap muka (PTM) dinilai belum aman dilaksanakan seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di dalam negeri.

Seperti diketahui, memasuki tahun ajaran baru, pemerintah berencana melaksanakan PTM terbatas dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Dokter spesialis anak, Lidya Diah Wulandari menyatakan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memberikan saran untuk mempertimbangkan ulang proses PTM yang rencananya dilaksanakan pada Juli ini.

Baca juga: Tips Ampuh Hubungan Langgeng, Bagi Wanita Hindari Lakukan Hal Ini

Baca juga: Vaksinasi Massal Gratis di Kampoeng Kopi Banaran, Sasar 2.000 Orang Pelaku Wisata

"Karena kami masih melihat angka insidensi penyakit baru karena covid signifikan, terutama pada anak-anak," kata Lidya yang juga anggota IDAI Provinsi Jawa Tengah dalam diskusi daring, Kamis (22/7/2021).

Menurutnya, akhir-akhir ini kasus penularan covid pada anak-anak semakin banyak dibandingkan beberapa waktu yang lalu.

IDAI meminta untuk mempertimbangkan kembali rencana dimulainya PTM tersebut. Lantaran, hak untuk anak yang utama yakni hak sehat, serta bagaimana anak bisa tumbuh dan berkembang.

"Bagaimana anak bisa belajar kalau tidak sehat. Jadi, upayakan anak-anak ini untuk sehat, supaya dapat tumbuh dan berkembang," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya mendorong agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga.

Apalagi saat ini banyak orangtua bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sehingga, bisa mendampingi buah hati. Serta, bisa mengikuti tumbuh kembang anak terutama yang masih balita.

Upaya pemerintah agar anak-anak bisa PTM terbatas yakni sudah dimulainya vaksin untuk anak dan remaja usia 12-17 tahun atau secara umum untuk pelajar tingkat SMP dan SMA.

Baca juga: Sosok Putra Siregar yang Pecahkan Rekor MURI dengan Berkurban 1.100 Kambing, Ini Jaringan Bisnisnya

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Edukasi Prokes Sembari Bagi Sembako, Warga Sempat Kaget

Namun, bagaimana untuk anak-anak yang merupakan pelajar di SD dan TK yang merupakan anak usia di bawah 12 tahun.

Oleh karena itu, diharapkan dimulainya PTM terbatas bisa berlaku untuk pelajar di semua tingkatan pendidikan.(m

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved