Breaking News:

Berita Semarang

Seminggu 271 Orang di Kota Semarang Meninggal Karena Covid-19, di Atas Rata-rata Nasional

Angka kematian akibat Covid-19 selama pemberlakuan PPKM Darurat menurun. Meski demikian jumlahnya tetap berada di atas 5 persen. 

Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Iwan Arifianto.
Suasana pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Jatisari Mijen, Rabu (23/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angka kematian akibat Covid-19 selama pemberlakuan PPKM Darurat menurun.

Meski demikian jumlahnya tetap berada di atas 5 persen. 

Hal itu dipaparkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) di Balai Kota Semarang, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Brasil Vs Jerman di Olimpiade Tokyo 2021, Pengalaman Dani Alves dan Max Kruse Jadi Andalan

Baca juga: Syarat-syarat Penerima Bantuan Subsidi Upah 2021, Standar Gaji Berbeda dengan Tahun Lalu

Baca juga: Kenapa Larangan TKA Masuk Indonesia Baru Berlaku 2 Hari ke Depan? Ini Kata Menkum HAM

Baca juga: Kisah Jenazah Korban Covid-19 Ditolak Warga hingga 5 Kali, Tinggalkan Wasiat Ini

Tingkat kematian tersebut masih di atas rata-rata nasional 5 persen, sehingga PPKM Kota Semarang masuk level 4.

"Tanggal 3 Juli atau pada minggu 26 yang meninggal 340. Mendekati tanggal 20 atau minggu ke 28 dalam seminggu 271."

"Turun, tapi meski begitu secara persentase angka kematian 6,2 persen turun dari 6,4 persen pada tanggal 3 Juli."

"Jadi ini menurut catatan temen-temen di pusat, terutama pak Menkes masih di atas rata-rata nasional. Karena maksimalnya 5 persen, kita 6,2 persen."

"Mungkin ini yang sebabkan Semarang masuk level 4," jelasnya.

Untuk itu, Pemerintah Kota Semarang masih akan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat selama PPKM Darurat diberlakukan sampai lima hari ke depan.

Namun, jika tren kasus Covid-19 menurun tidak menutup kemungkinan akan diberikan pelonggaran setelah masa PPKM berakhir pada 25 Juli mendatang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved