Breaking News:

Penanganan Corona

Bupati Kudus HM Hartopo Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah Jika Makan di Tempat Mulai Diperbolehkan

"Kalau warung kecil Satgasnya adalah tuan rumah itu sendiri. 'Kapasitas kursi tidak cukup. Yang lain nanti dulu' barangkali begitu," kata Hartopo

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Bupati Kudus HM Hartopo 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo ingatkan warganya agar tidak lengah jika makan di warung mulai diperbolehkan. Hal ini menyusul diumumkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh Presiden Joko Widodo akan ada kelonggaran mulai 26 Juli 2021 jika tren kasus aktif Covid-19 menurun.

Di antara kelonggarannya yakni bagi pelaku usaha warung boleh membuka layanan makan di tempat.

Bagi pengunjung boleh makan di tempat maksimal 30 menit. Menurut Hartopo, itu bisa jadi angin segar bagi pelaku usaha warung makan, restoran, atau sejenisnya.

Jika memang kelonggaran itu mulai berlangsung pada 26 Juli nanti, maka pihaknya akan tetap memberikan pengawasan. Dia menegaskan, jika rumah makan besar harus ada Satgas Covid-19 di dalamnya.

"Kalau warung kecil Satgasnya adalah tuan rumah itu sendiri. 'Kapasitas kursi tidak cukup. Yang lain nanti dulu' barangkali begitu," kata Hartopo, Jumat (23/7/2021).

Seiring diperpanjangnya PPKM oleh pemerintah pusat, sedianya pihaknya juga dituntut untuk melakukan segenap upaya maksimal agar kasus aktif Covid-19 bisa ditekan.

"Jangan sampai lengah. Kondisi seperti ini kami ditarget harus ada penurunan sampai tanggal 25 Juli 2021. Nanti takutnya diperpanjang lagi. Ini kondisi (Kudus) masih level 4. Kalau tidak ada penurunan level, masih stagnan, mungkin diperpanjang. Kegiatan juga masih stagnan," kata dia.

Target penurunan kasus aktif tersebut, kata Hartopo, membuat pihaknya bersama Polres dan Kodim 0722/Kudus untuk terus memantau perkembangan sampai ke level paling bawah. Pihaknya juga menugaskan setiap jajaran untuk terus memantau.

"Ini motivasi. Harus hati-hati. Jika dikasih kelonggaran nanti jangan seenaknya. Jangan sampai lengah," kata dia.

Lebih dari itu, masa perpanjangan PPKM ini pihaknya akan lebih masif dalam melakukan tracing. Katanya, per hari bisa sampai 1.000 lebih penelusuran yang akan dilakukan. Berbeda dengan sebelumnya maksimal hanya 1.000. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved