Breaking News:

Berita Kabupaten Pekalongan

Capaian Vaksinasi Pelajar di Kabupaten Pekalongan Rendah, Banyak yang Emoh Disuntik

Capaian vaksinasi pertama untuk usia 12 tahun hingga 17 tahun, khususnya pelajar, di Kabupaten Pekalongan masih rendah.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMAN 1 Bojong. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Capaian vaksinasi pertama untuk usia 12 tahun hingga 17 tahun, khususnya pelajar, di Kabupaten Pekalongan masih rendah.

Dari target perdana 1.630 pelajar, realisasinya baru mencapai 39 persen.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (23/7/2021) siang.

"Berdasarkan laporan dari kepala sekolah, realisasi vaksinisasi perdana untuk pelajar di SMAN 1 Bojong dan SMKN Kedungwuni 1 masih kurang menggembirakan, karena baru mencapai sekitar 39 % dari yang ditargetkan pada saat itu," ungkap Plt Kadindikbud Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho.

Menurutnya, pelajar yang tidak hadir di antaranya beralasan sedang sakit, tidak mendapat izin orang tua, dan ada yang takut atau phobia dengan jarum suntik.

Baca juga: Hipertensi, Bukan Penyakit Menular, Namun Berpotensi Komorbid, Ini Tips Terhindar dari Covid-19

Baca juga: Persiapan Musim Kemarau, Bupati Pati Haryanto Test Drive Truk Tangki Bantuan Bank Jateng untuk PMI

Baca juga: Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Opening Ceremony Olimpiade Tokyo 2021 di TVRI

Baca juga: Peringati Harlah, Fraksi PKB se-Jateng Bagi Lauk Pauk Gratis di Warung Desa

"Hal ini tentu sangat disayangkan, terutama yang beralasan takut jarum suntik."

"Oleh karena itu, kami sudah lakukan evaluasi bersama kepala sekolah bahwa kita harus lebih intensif memberikan edukasi kepada siswa maupun orang tua siswa agar para orang tua ini justru mendorong dan mengijinkan anak-anaknya untuk bersedia serta siap divaksin," ujarnya.

Haryanto menjelaskan sesuai arahan bupati bahwa vaksin ini diwajibkan untuk para pelajar terutama jika kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) akan mulai dilaksanakan lagi.

Sebab, jika tidak dibangun herd imunity di kalangan pelajar, dikhawatirkan akan memunculkan klaster sekolah ketika mulai pembelajaran tatap muka nantinya.

"Hal ini yang perlu juga dipahami oleh para orang tua siswa, jangan hanya menginginkan anaknya bisa ke sekolah lagi tapi tidak mau divaksin," jelasnya.

Sementara saat disinggung mengenai kebijakan bidang pendidikan yang menjadi perhatian utama Bupati, pihaknya mengatakan akan mengecek ombak dulu.

Baca juga: 555 Warga Banyumas Meninggal Dunia dalam Sebulan Karena Corona: Rata-rata 23 Orang Sehari

Baca juga: Viral Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri di Gerbong Kereta Api

Baca juga: Ucap Syukur, Tasya Kamila Berbagi Bahagia atas Kesembuhan Suami dari Kanker Kelenjar Getah Bening

"Untuk dapat melabuhkan dinas ini sesuai yang diharapkan Ibu bupati, ibaratnya saat ini saya sedang cek geladak kapal, apakah sudah siap untuk dijalankan dengan baik dalam rangka mengimplementasikan visi misi bidang pendidikan. Karena masa pelaksana tugas saya juga terbatas," ucapnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved