Breaking News:

Universitas Ivet Semarang

Mencegah Anemia bagi Remaja Putri

Anemia sendiri dapat menyebabkan seseorang menjadi lemas atau mudah lelah, sehingga hal ini dapat mengganggu aktivitas remaja.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Santy Sundari SGz MKes, Dosen Program Studi Gizi Universitas Ivet Semarang 

Oleh: Santy Sundari SGz MKes, Dosen Program Studi Gizi Universitas Ivet Semarang

KESEHATAN pada remaja merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan karena remaja merupakan penerus generasi dimasa depan. Salah satu masalah kesehatan dan gizi pada remaja adalah tinggi angka prevalensi anemia.

Pada saat ini banyak remaja yang mengalami kondisi kekurangan sel darah merah dalam tubuh atau yang lebih sering disebut dengan anemia. Anemia lebih banyak terjadi atau dialami oleh remaja putri dibandingkan remaja laki-laki. Anemia sdapat menyebabkan seseorang menjadi lemas atau mudah lelah sehingga hal ini dapat mengganggu aktivitas remaja.

Anemia ada beberapa jenis tapi yang paling banyak terjadi adalah anemia gizi besi atau anemia yang disebabkan karena kekurangan asupan zat besi dari makanan yang dikonsumsi tiap hari. Anemia pada remaja putri lebih banyak terjadi karena pada remaja putri terjadi menstruasi sehingga terjadi pengeluaran darah pada periodenya yang bisa menyebabkan seorang remaja mengalami kekurangan zat besi.

Selain itu, remaja putri juga sering melakukan diet ketat. Anemia pada remaja putri sendiri apabila berlangsung dalam waktu yang lama akan menyebabkan berkurangnya konsentrasi belajar sehingga bisa berdampak pada menurunnya prestasi belajar.

Keadaan anemia apabila tidak ditangani dapat berlanjut sampai seorang perempuan menjadi ibu. Selama masa kehamilan apabila terjadi anemia maka akan berisiko terjadi pendarahan, bayi lahir berat lahir rendah (BBLR) dan atau bayi lahir prematur. Selain itu, anak-anak yang dilahirkan lebih besar berisiko terjadi stunting sehingga meningkatkan angka kejadian malnutrisi pada anak.

Ada berbagai cara untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja putri yaitu mengkonsumsi supleme zat besi, perbanyak konsumsi makanan yang memiliki kandungan zat besi, dan juga dapat mengkonsumsi suplemen penambah darah. Pada kasus anemia yang sudah terjadi, pemerintah melakukan berbagai intervensi gizi guna menurunkan prevalensi kejadian anemia.

Salah satunya adalah dengan suplementasi tablet tambah darah (TTD). Pemberian tablet tambah darah (TTD) biasanya dilakukan di sekolah atau dikoordinasi dengan puskesmas setempat untuk diberikan pada remaja putri. Pemberian TTD biasanya 1 kali per minggu.

Pada anemia sendiri perlu diingat bahwa suplementasi sendiri bukanlah cara utama yang harus dilakukan. Bagi remaja tetap harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan untuk mencegah anemia.

Bagaimana agar tidak anemia? Seorang remaja harus makan dengan gizi seimbang harus ada karbohidrat, protein dan lemak, serat, mineral dan vitamin, terutama zat besi. Jangan lupa konsumsi buah dan sayur yang kaya akan vitamin, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan selalu konsumsi air putih 8 gelas setiap hari.

Selain itu, harus juga membatasi makanan atau minuman yang dapat mengambat penyerapan zat besi seperti kopi, teh dan minuman manis yang sedang viral seperti boba pada saat bersamaan dengan makan. Pada saat makan juga hindari mengkonsumsi makanan dari satu jenis saja serta makanan instan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved