Universitas Nasional Karangturi

Mengelola Emosi di Tengah Pandemi

Gunakan waktu kita dengan seimbang untuk bekerja, beribadah, beristirahat, mengupgrade diri dan lainnya.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Isti Mayasari MPsi Psikolog, Dosen Psikologi Unkartur dan Praktisi HR 

Oleh: Isti Mayasari MPsi Psikolog, Dosen Psikologi Unkartur dan Praktisi HR

SAAT ini kita semua sedang menghadapi masa yang sulit karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Mungkin banyak dari kita yang merasa cemas dengan kondisi saat ini.  Cemas, apakah kondisi ini bisa tertangani dan berakhir? Cemas, bagaimana dengan pendidikan anak-anak kalo harus sekolah online?

Cemas dengan kondisi pekerjaan dan keuangan karena adanya pembatasan kegiatan. Cemas dengan kesehatan keluarga kita yang sedang sakit. Bahkan mungkin ada yang stress atau lelah secara mental karena hampir setiap hari kita mendapatkan kabar bahwa kerabat atau keluarga terkena Covid-19. Kita juga kehilangan mereka yang kalah berjuang melawan Covid-19.

Lalu apa yang bisa kita lakukan dengan kondisi saat ini? Pengelolaan emosi dan pikiran sangat dibutuhkan saat ini.

1. Jauhkan diri dari hal yang negatif

Jika kita sudah lelah dengan berita yang ada mungkin ada baiknya untuk sesaat kita tidak membaca dan mendengarkan berita tentang Covid-19 terlebih dahulu. Perlu juga untuk bagi diri kita keluar dari lingkungan toxic. Jauhkan diri dari orang-orang yang selalu memberikan informasi negatif atau hoaks. Beri waktu pada diri kita beristirahat. Kita harus bisa membatasi konsumsi berita dan memilah informasi yang masuk sehingga tidak membuat diri kita semakin cemas dan stress.

2. Fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan yang bisa kita lakukan untuk saat ini

Daripada memusingkan diri dengan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan dan membuat kita semakin stres, manfaatkan waktu kita untuk melakukan kegiatan yang positif dan produktif. Gunakan waktu kita dengan seimbang untuk bekerja, beribadah, beristirahat, mengupgrade diri dan lainnya. Lakukan kegiatan yang menyenangkan untuk diri kita seperti berolahraga, mendengarkan musik, menonton film, memasak, berkebun, membersihkan rumah, bermain bersama anak atau bisa juga mengikuti seminar online dan lainnya.

3. Berpikir positif dan gembira

Selalu mencoba untuk bahagia meskipun berada di tengah kesedihan. Menerima dengan ikhlas dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita dan buat itu sebagai pelajaran agar kita bisa lebih baik, lebih waspada dan berhati-hati. Kita bisa berkomunikasi dengan teman dan keluarga, saling bertukar cerita yang menyenangkan, membaca atau melihat cerita lucu untuk menghibur diri dan membuat diri kita bahagia. Hati yang gembira konon menjadi obat dan dapat meningkatkan imun tubuh kita.

4. Bersyukur

Selalu penuhi diri kita dengan ucapan syukur. Fokus pada hal-hal positif yang kita terima dan terjadi dalam hidup kita termasuk mengakui dan menghargai hal-hal kecil dalam hidup. Bersyukur bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya membuat jurnal yang berisi ucapan rasa syukur, berbagi dan membantu oíang lain yang membutuhkan, menjadi relawan, menghubungi dan menceritakan kepada orang dekat kita untuk saling mengingatkan tentang hal-hal yang sudah kita terima sehari-hari dan patut untuk disyukuri. Bersyukur akan membuat hati kita terasa lebih lega, tenang, bahagia dan terhindai dari stres. (*)

Informasi lebih lanjut : Jl. Raden Patah No. 182-192, Semarang.
Telp. 024-3545882/08112710322 atau IG @universitasnasionalkarangturi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved