Breaking News:

Penanganan Corona

Pasien Isoman Harus Proaktif Laporkan Kondisinya

Kasus kematian pasien Covid-19 isolasi mandiri (isoman) di rumah berawal dari kondisi kesehatannya yang tidak terpantau

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Pemkab Tegal
Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal melakukan pantauan ke beberapa Desa yang melaksanakan Satgas Jogo Tonggo secara konsisten, pada Senin (24/5/2021) lalu.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Kasus kematian pasien Covid-19 isolasi mandiri (isoman) di rumah berawal dari kondisi kesehatannya yang tidak terpantau.

Perburukan kondisi atau munculnya gejala sakit bisa terjadi dan berlangsung cepat terutama pada pasien yang miliki penyakit bawaan atau komorbid. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny, mengimbau pasien isoman atau keluarga terdekat proaktif melaporkan kondisinya ke tenaga kesehatan setempat agar mudah dipantau dan mendapat pertolongan.

Sarmanah mengatakan, keengganan pasien isoman dirujuk ke rumah sakit saat mengalami perburukan menjadi salah satu penyebab terjadinya kasus kematian di rumah.

“Jika saat isoman pasien merasakan ada gejala atau tiba-tiba mengalami perburukan, segera saja melapor ke bidan desa, mantri, atau tenaga kesehatan terdekat, jangan ditunda. Mereka akan mengecek kondisi pasien apakah akan mendapat penanganan Puskesmas ataukah dirujuk langsung ke rumah sakit,” jelas Sarmanah, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (23/7/2021). 

Menurutnya, pasien isoman tidak perlu risau jika memang kondisinya harus dirujuk ke rumah sakit. 

Di sana, pasien akan mendapat pemeriksaan penunjang lengkap disamping perawatan dan layanan observasi selama diisolasi.

Sementara bagi pasien Covid-19 tidak bergejala atau bergejala ringan yang tidak memungkinkan menjalankan isoman di rumah, Pemkab Tegal juga telah menyiapkan sejumlah tempat isolasi terpusat seperti Rusunawa RSUD Suradadi, Balai Latihan Kerja (BLK) Suradadi, dan tujuh Puskesmas.

“Masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas isolasi terpusat ini gratis karena semuanya sudah ditanggung pemerintah,” katanya. 

Namun, jika keadaan rumah memungkinkan, Sarmanah menganjurkan agar isoman dilakukan dengan mematuhi ketentuan yang ada, dimana pasien harus tetap menjalankan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan diri, rajin mencuci tangan dengan sabun, berjemur di matahari selama 10 sampai 15 menit, olahraga rutin, makan makanan bergizi dan seimbang, membersihkan kamar setiap hari, serta tidur terpisah dengan anggota keluarga lainnya.

Direktur RSUD Suradadi Ruszaeni mengungkapkan, jika seluruh biaya yang timbul selama isolasi di rumah sakit telah ditanggung pemerintah, baik itu pemeriksaan rutin oleh dokter dan perawat, penyediaan obat-obatan, vitamin, dan makanan tiga kali sehari.

“Saat menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit, dalam melakukan treatment kami tentunya menyesuaikan dengan gejala sakit yang dirasakan pasien,” ujarnya.

Ruszaeni menambahkan jika jumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Suradadi sebanyak 125 orang. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved