Breaking News:

Berita Solo

Petugas Gabungan Keliling Kota Solo Bagikan Beras untuk Masyarakat Terdampak PPKM Level 4 

Petugas gabungan di Solo patroli skala besar bagikan paket sembako, Jumat (23/7/2021). 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dan petugas gabungan skala besar saat membagikan beras kepada masyarakat yang terdampak penerapan PPKM Level 4, Jumat (23/7/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Petugas gabungan yang terdiri dari Polresta Solo, Korem 074 Warastratama, Kodim 0735/Ska, Satpol PP Kota Solo, Brimob Den C Polda Jateng, dan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan patroli skala besar bagikan paket sembako, Jumat (23/7/2021). 

Selain membagikan paket sembako berupa beras sebanyak 1.500 kantong, petugas juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Pasukan gabungan dibagi menjadi 2 kelompok besar yang dibagi keliling Kota Kota Solo utara dan selatan. 

Di beberapa titik lokasi, pasukan yang dipimpin Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak membagikan beras kepada beberapa pedagang, tukang becak, dan masyarakat lain yang masih beraktivitas. 

Ade juga menyampaikan, paket beras ini merupakan bantuan dari pemerintah kepada masyarakat yang terdampak penerapan PPKM Level 4. 

"Kami sampaikan, agar mereka tetap sabar tetap patuh terhadap protokol kesehatan," ungkap Ade. 

Bantuan itu, lanjut Ade, diharapkan bisa membantu mereka bertahan di tengah pandemi Covid-19. 

"Dengan bersama-sama dengan masyarakat, kita yakin bisa melawan Covid-19 ini. Kesehatan pulih, ekonomi pasti bisa bangkit kembali," jelasnya. 

Menurutnya, metode pendistribusian paket sembako ini adalah proaktif dan responsif. 

"Proaktif kita yang akan mencari warga dan saudara kita yang terdampak pemberlakuan PPKM Level 4 ini," ungkapnya. 

Secara responsif, lanjut dia, bila ada tetangga yang masih belum mendapatkan bantuan bisa secara aktif meminta bantuan kepada petugas. 

Sementara itu, salah satu pedagang nasi goreng yang mendapatkan beras, Mustofa, mengaku selama penerapan PPKM dia hanya memasak 2 kilogram nasi. 

"Sebelum PPKM, bisa masak 6 kilogram nasi dan itu habis semua," terangnya. 

Pedagang asal Bangkalan Madura itu berharap penerapan PPKM dan pandemi segera berakhir. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved