Breaking News:

Berita Sragen

Setelah Ajukan Kasasi Kasus Korupsi Alkes, Mantan Direktur RSUD Sragen Akan Bebas Hitungan Bulan

Mantan Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen Djoko Sugeng divonis 1 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Pengembalian uang hasil eksekusi kasus korupsi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dikembalikan ke kas daerah Januari lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Mantan Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Djoko Sugeng akhirnya divonis 1 tahun enam bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Surat petikan putusan tersebut telah dikeluarkan Mahkamah Agung (MA) Rabu lalu usai Djoko Sugeng mengajukan kasasi atas hukuman penjara selama enam tahun sebelumnya.

Kasasi juga diajukan tersangka Nanang Yulianto sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Nanang akhirnya menerima putusan dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Diberitakan Tribunjateng.com sebelumnya, mereka tersandung kasus korupsi pengadaan ruang operasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 2016 lalu.

Baca juga: Hipertensi, Bukan Penyakit Menular, Namun Berpotensi Komorbid, Ini Tips Terhindar dari Covid-19

Baca juga: Sambut HUT ke 1.271 Kota Salatiga, Produsen Batik Bikin Motif yang Terinspirasi Prasasti Plumpungan

Baca juga: Polres Tegal Adakan Vaksinasi Massal dan Berikan Bansos Pada 350 Pelaku UMKM

Dalam kasus ini setidaknya menyeret tiga orang tersangka. Satu orang lainnya ialah Rahardian Wahyu dari distributor PT Fabrel Medikatama Solo dengan hukuman 1 tahun enam bulan penjara.

"Memang benar kita terima surat dari MA petikan putusan hari Rabu, disampaikan ke Kajari dan baru saya terima kemarin. Langsung kita buatkan eksekusi administrasi," kata Kasi Pidsus Kejari Sragen, Agung Riyadi, Jumat (23/7/2021).

Dia melanjutkan setelah pihaknya mendapatkan petikan putusan langsung dilaksanakan eksekusi, agar tidak menggantung mengingat ini sudah upaya hukum yang terakhir.

Saat ini pihaknya tinggal menunggu surat dari Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Sragen.

"Jadi dari putusan itu Pak Djoko Sugeng kena (hukuman) satu tahun enam bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

"Sedangkan Nanang Yulianto kena dua tahun penjara denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan," terangnya kepada Tribunjateng.com.

Agung mengatakan berkurangnya masa tahanan dari sebelumnya enam tahun setelah dikembalikannya seluruh kerugian negara atas korupsi tersebut yakni Rp 2,016 miliar.

"Pertimbangan dikurangi setelah dikembalikan seluruh kerugian negara itu dan sudah dikembalikan ke kas daerah sehingga hukuman lebih ringan," kata Agung.

Hukuman tersebut akan dikurangi masa tahanan selama ini yang mereka jalani selama masa pengadilan. Sehingga tinggal hitungan bulan mereka akan bebas.

Baca juga: Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Pembukaan Olimpiade Tokyo 2021 di TVRI

Baca juga: Chord Kunci Gitar Sangu Turu Hendra Kumbara

"Tetap dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani selama ini, tahanan mungkin sudah satu tahun, paling tinggal hitungan bulan. Lebih jelasnya hitungan di LP," lanjut Agung.

Kasus korupsi ruang operasi tersebut sebelumnya dianggarkan senilai Rp 8 Miliar. Sementara kerugian negara dalam kasus ini yakni Rp 2,016 miliar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved