Breaking News:

Stikes Telogorejo Semarang

Keluarga Siaga Covid-19

KELUARGA adalah orang yang paling terdekat yang paling rentan tertular jika salah satu anggotanya terinfeksi virus

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ns Siti Juwariyah MKep, Dosen Prodi D3 Keperawatan, Ketua Tim Disaster Stikes Teogorejo, Pengurus PPNI DPK Stikes Telogorejo 

Oleh : Ns. Siti Juwariyah MKep, Dosen Prodi D3 Keperawatan dan Ketua Tim Disaster Stikes Telogorejo serta Pengurus PPNI DPK Stikes Telogorejo

KELUARGA adalah orang terdekat yang paling rentan tertular jika salah satu anggotanya terinfeksi virus. Keluarga juga yang memberikan pertolongan sebagai pihak pertama yang langsung berhadapan dengan ancaman wabah. Sehingga keluarga memiliki posisi dan peran yang sangat penting dan strategis dalam menentukan besar kecilnya dampak wabah yang akan diterima.

Covid-19 bisa dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain. Meskipun tidak keluar rumah, bisa jadi tertular dari anggota keluarga yang beraktivitas di luar, misalnya harus bekerja di kantor. Sering kali anggota keluarga positif dikarenakan ada kegiatan di luar yang kemudian terbawa ke rumah. Akhirnya orang-orang di rumah kena. Munculnya klaster dalam penyebaran Covid-19 bila satu anggota keluarga terpapar virus sehingga yang lainnya bisa ikut terpapar.

Apabila anggota keluarga ada yang terindikasi Covid-19 dan bagian keluarga tersebut kontak erat dengan seseorang yang positif Covid-19. Kontak erat adalah bila kontak erat dengan orang yang suspek atau orang yang bergejala covid-19 atau yang sudah terkonfirmasi covid-19. Kriteria kontak erat bila bertatap muka langsung dengan jarak kurang dari dua meter selama 15 menit dengan lama akumulasi selama 24 jam, Meskipun pakai masker atau pakai APD bagi tenaga medis dan kontak fisik atau bersentuhan. Sehingga diharapkan setelah kontak erat ini di harapkan untuk karantina mandiri, jadi tidak menulari orang sekitar.

Karantina mandiri ini dilakukan selama 10-14 hari karena masa ini masa inkubasi virus. Masa inkubasi adalah masa bertambah banyak virus dan di suatu titik ini menularkan. Apabila selama 10 -14 hari ini tidak muncul tanda gejala maka sesuai pedoman Kementerian Kesehatan tidak perlu pemeriksaan swab PCR. Namun sesuai pedoman CDC dan apabila ada kemampuan atau fasilitas maka dilakukan swab PCR. Swab PCR dilakukan pada hari ke 7-10 setelah kontak erat dengan penderita Covid-19 sehingga akan meminimalkan resiko kesalahan swab PCR.

Menurut penelitian Syamsul (202, ancaman penyebaran Covid-19 pada klaster keluarga adalah nyata dan justru paling rentan terjadi. Mengingat semua orang yang beraktivitas di luar rumah kembali ke kehidupan keluarga. Kebanyakan orang secara tidak sadar menularkan virus saat kembali ke rumah.

Ancaman Covid-19 klaster keluarga terutama terjadi akibat penularan sekunder. Penularan sekunder adalah beberapa atau semua anggota keluarga terinfeksi dalam waktu dua minggu setelah timbulnya gejala kasus primer. Keluarga memiliki faktor risiko penularan Covid-19 yang berbeda karena kondisi kesehatan, luas rumah, jumlah yang tinggal serta siapa saja yang beraktivitas di luar.

Penerapan protokol kesehatan sangat penting juga diterapkan di keluarga. Selektif dalam beraktivitas di luar rumah, hanya untuk hal-hal penting dan mendesak saja. Kemudian memperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara dalam rumah dengan rutin membuka jendela pada pagi hari,. Selanjutnya menghindari jabat tangan, pelukan dan ciuman yang tidak perlu terutama untuk anggota keluarga yang rentan seperti anak-anak dan orang tua.

Selektif menerima kunjungan orang lain ke rumah. Sebaiknya silaturrahmi diutamakan melalui daring saja sementara waktu. Jangan lupa memenuhi nutrisi yang seimbang dan istirahat yang cukup sehingga imunitas seluruh anggota keluarga menjadi kuat terhadap serangan Covid-19. Teratur melakukan aktivitas fisik dan olahraga di rumah minimal 30 menit dalam sehari.

Rutin melakukan penyemprotan disinfektan berbasis klorin atau etanol untuk pembersihan rumah, terutama untuk barang atau bagian yang sering disentuh seperti gagang pintu. Segera memeriksakan kesehatan anggota keluarga jika muncul sakit sehingga dapat dengan cepat dideteksi keberadaan virus.

Penerapan protokol kesehatan berupa rutin mencuci tangan dengan sabun terutama setelah membuang ingus, setelah batuk atau setelah bersin. Terakhir menjaga jarak dengan anggota keluarga lain yang rentan bagi yang sering ke luar rumah. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved