Breaking News:

Berita Slawi

Komplotan Pencuri Spesialis Mobil Pikap Dibekuk, Gunakan Alat Ini untuk Beraksi

Satreskrim Polres Tegal berhasil membekuk komplotan pencuri mobil bak terbuka (pikap).

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Catur waskito Edy
desta leila
Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at, sedang memimpin rilis kasus pencurian spesialis mobil bak terbuka (pickup) di halaman Polres Tegal, Kamis (22/7/2021) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Satreskrim Polres Tegal berhasil membekuk komplotan pencuri mobil bak terbuka (pikap).

Komplotan tersebut sedikitnya sudah enam kali beraksi, mulai November 2020 hingga Mei 2021.

Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at menyampaikan, komplotan tersebut beranggotakan tiga orang dengan peran masing-masing.

Mereka melakukan aksinya rata-rata pada saat dini hari, saat masyarakat biasanya sudah terlelap.

Ketiga tersangka ditangkap tim Resmob Satreskrim Polres Tegal di SPBU Tuwel Bojong, 30 Juni silam, ketika mereka sedang mencari sasaran pencurian baru. Adapun untuk tersangka penadah, ditangkap di rumahnya di Bogor, pada 1 Juli.

Arie menjelaskan, salah satu tersangka yang bernama Masruhin merupakan residivis dan dalam aksinya ia berperan sebagai eksekutor yang mencuri mobil.

Adapun tersangka lain, Hermansyah, berperan sebagai pengawas yang mengamati area sekitar rumah korban, dan Yosal Andriano, memiliki peran sebagai sopir setelah mereka berhasil melancarkan aksi pencuriannya.

Setelah komplotan tersebut dibekuk, Satreskrim Polres Tegal berhasil mendapat informasi mengenai satu tersangka lain, M Abdul Gofur, yang berperan sebagai penadah di Jakarta.

"Tersangka melakukan aksinya di beberapa lokasi berbeda yaitu di Kecamatan Pangkah, Kramat, Suradadi, Bumijawa, dan dua lokasi di Kecamatan Adiwerna.

Dalam melancarkan aksinya mereka mengincar mobil pikap yang terparkir di depan atau halaman rumah.

Peralatan pun sudah disiapkan bahkan mereka memiliki alat yang dibuat sendiri, fungsinya untuk menyalakan kendaraan supaya bisa menyala meski tanpa kunci," terang Arie, dalam rilis kasus di Mapolres Tegal, Kamis (22/7).

Komplotan tersebut menjual mobil ke curian ke penadah dengan harga murah. Setelah mendapat uang hasil menjual barang curiannya langsung dibagi dan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Adapun penadah mengaku, menjual mobil pikap dengan kondisi terpisah, atau dipreteli mesin, radio, aki, shock beker, rek setir, busi, stopper karet, anting per, dan sparepart lainnya sesuai pesanan," jelasnya.

Selain melakukan aksinya di wilayah hukum Polres Tegal, kata Arie, ditemukan fakta lain bahwa ketiga tersangka juga melakukan aksi pencurian di lokasi lain, yaitu di wilayah Banyumas, Kota Tegal, Brebes, Cimahi, Garut, Subang, Cirebon, dan Bandung. (dta)

Baca juga: Disperinkop UKM Kudus Tegur Dua Perusahaan, Minta Perusahaan Beri Sanksi Pegawai Abai Prokes

Baca juga: Dampak Pandemi, Sudah 4 Hotel di Kabupaten Semarang Ditawarkan Dijual

Baca juga: Prediksi Formasi Juventus di Bawah Allegri, Ronaldo Dikorbankan ke PSG?

Baca juga: Benarkah Negara dan Pengusaha Diuntungkan, Bila Transaksi Indonesia-China bakal Gunakan Yuan?

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved